Loading...
FOTO
Penulis: Elvis Sendouw 14:47 WIB | Sabtu, 18 Oktober 2014

Diskusi "Berpisah dengan SBY"

Diskusi  "Berpisah dengan SBY"
Para pembicara memberikan penjelasan dalam pertemuan diskusi polemik dengan mengangkat tema "Berpisah dengan SBY" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (18/10). (Foto-foto: Elvis Sendouw)
Diskusi  "Berpisah dengan SBY"
Ramadhan Pohan Wasekjen Partai Demokrat, pembicara dalam diskusi bertema "Berpisah dengan SBY".
Diskusi  "Berpisah dengan SBY"
Imelda Sari, Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, pembicara dalam diskusi polemik "Berpisah dengan SBY".
Diskusi  "Berpisah dengan SBY"
Adhie M Massardi Koordinator GIB saat memberikan penjelasan dalam diskusi.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Beberapa hari lagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan menanggalkan jabatannya sebagai presiden. Terpilih dalam pilpres yang lalu, Joko Widodo akan menggantikan posisinya sebagai presiden.  

Diskusi dengan mengangkat tema "Berpisah dengan SBY" diselenggarakan di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (18/10). Tampil sebagai narasumber Imelda Sari, Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, kolumnis Budiarto Shambazy, Adhie M Massardi Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), dan Wasekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan.

Dalam rentang pemerintahannya, Presiden Yudhoyono dinilai sebagian pembicara banyak meletakkan fondasi demokratisasi dan pembangunan yang berkelanjutan. Dengan segenap kewenangan yang melekat padanya sebagai presiden, sangat wajar kemudian pada akhir masa baktinya SBY mengklaim pembukuan prestasi yang membanggakan.

Sederet prestasi yang dikemukakan SBY tentu ada dasar faktanya. Catatan prestasi dirasakan oleh rakyat meskipun pelaksanaan dari semua prestasi itu tidak sempurna.

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home