Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Martahan Lumban Gaol 15:18 WIB | Senin, 22 September 2014

Eko Yuli: Ambisi Saya Adalah Olimpiade 2016

Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan mengangkat beban 170 kg pada clean and jerk kelas 62 kg Asian Games 2014 di Moonlight Festival Garden, Incheon, Minggu (21/9). (Foto: AFP)

INCHEON, SATUHARAPAN.COM – Penyumbang medali perunggu Asian Games 2014 bagi kontingen Indonesia dari cabang olahraga angkat besi Eko Yuli Irawan menyatakan masih punya ambisi untuk membuktikan bahwa dia layak menjadi legenda olahraga angkat besi dengan memenangi Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil.

"Ambisi saya adalah Olimpiade 2016 di Brasil nanti. Saya ingin menciptakan sejarah, tetapi apa yang saya angankan itu tidak semudah membalik tangan. Pesaing saya juga semakin kuat," kata lifter kelahiran Lampung, 24 Juli 1989 itu, saat diwawancarai wartawan setelah merebut medali perunggu Asian Games 2014, Minggu (21/9) malam, di Incheon, Korea Selatan.

Di awal wawancara dengan wartawan, Eko Yuli terduduk sambil memperlihatkan telapak tangan kanannya yang lecet memerah. Namun, saat itu ia mengatakan hal tersebut bukan jadi alasan dia tidak mampu meraih emas atau perak. Eko pun menceritakan telapak tangannya sedikit lecet dan memerah ketika melakukan pemanasan jelang angkatan clean and jerk.

"Waktu saya pemanasan di belakang untuk clean and jerk, telapak tangan saya sedikit terganggu, tetapi tidak terlalu masalah saat saya pergunakan untuk angkatan," kata peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012 tersebut.

Eko Yuli kalah bersaing melawan atlet Korea Utara (Kim Un Guk) dan Tiongkok (Chen Lijun), yang masing-masing merebut medali emas dan perak pada pertandingan di kelas 62 kg putra.

"Mereka memang masih jauh lebih baik dari saya. Kim itu juara Olimpiade, sementara Chen Lijun itu juara dunia, tapi saya puas bisa meraih perunggu pada Asian Games 2014 ini," ucap dia. (Ant)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home