Loading...
EKONOMI
Penulis: Elvis Sendouw 09:21 WIB | Senin, 08 September 2014

Ekspor Kerajinan Bali Raup 133,15 Juta Dolar

Industri Kreatif Indonesia.(Foto Ilustrasi: antara)

BALI, SATUHARAPAN.COM – Bali mampu menghasilkan devisa sebesar 133,15 juta dolar AS dari pengapalan aneka jenis hasil kerajinan skala rumah tangga selama tujuh bulan periode Januari-Juli 2014.

"Perolehan devisa tersebut meningkat 11,48 persen dibandingkan dari periode yang sama tahun sebelumnya hanya 119,44 juta dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panusunan Siregar di Denpasar, Senin (8/9).

Hasil kerajinan itu mampu memberikan andil sebesar 44,24 persen dari total nilai ekspor Bali sebesar 300, 95 juta dolar AS, naik 4,16 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya 288,93 juta dolar AS.

Dengan demikian sektor industri kerajinan kecil yang berkembang pesat hingga ke pelosok pedesaan itu mampu menjadi tulang punggung perolehan devisa, sekaligus menopang kehidupan masyarakat setempat.

Hasil kerajinan yang menonjolkan unsur seni yang menembus pasaran luar negeri itu terdiri atas 17 jenis matadagangan yang umumnya sangat disenangi konsumen dari berbagai negara di belahan dunia.

Ke-17 jenis matadagangan itu yang paling besar menyumbangkan devisa adalah hasil industri dari bahan baku kayu berupa patung dan jenis cindera mata lainnya dengan nilai 43,88 juta dolar AS.

Selain itu hasil kerajinan furniture menyumbangkan devisa sebesar 21,68 juta dolar AS, kerajinan dari bahan baku perak 11,54 juta dolar, logam 7,40 juta dolar AS dan kerajinan kulit 5,62 juta dolar AS.

Demikian juga mengapalkan hasil kerajinan alat musik, anyaman, kerajinan dari bahan baku padas, keramik, kerang, kerajinan lilin dan kerajinan tulang.

Panusunan Siregar menjelaskan, pengapalan berbagai jenis matadagangan ke pasaran luar negeri itu separuhnya lewat sejumlah pelabuhan laut di Indonesia dan separuhnya lagi lewat pelabuhan Benoa, Kota Denpasar.

Lima komoditas utama ekspor Bali terdiri atas produk ikan dan udang sebesar 22,23 persen, produk pakaian jadi bukan rajutan 12,11 persen dan produk perhiasan (permata) 10,25 persen.

Selain itu juga produk kayu dan barang dari kayu 10,19 persen serta produk perabot dan penerangan rumah penerangan rumah 10,10 persen.

Pasaran utama ekspor Bali ke Amerika Serikat yang menyerap 20,92 persen, menyusul Jepang 12,04 persen, Australia 8,67 persen, Singapura 8,21 persen dan Thailand 7,19 persen, ujar Panasunan Siregar.(Ant)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home