Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 19:30 WIB | Rabu, 04 Oktober 2017

Erdogan Tiba di Iran, di Tengah Ketegangan Referendum Kurdi

Ilustrasi. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) bersama Presiden Somalia Mohamed Abdullahi Mohamed memeriksa barisan pasukan kehormatan di Kompleks Istana Kepresidenan di Ankara pada 26 April 2017. (Foto: AFP)

TEHERAN, SATUHARAPAN.COM - TV pemerintah Iran melaporkan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengunjungi Iran saat Teheran dan Ankara tengah mempertimbangkan bagaimana mereka menanggapi referendum kemerdekaan Kurdi di Irak.

Erdogan tiba di Teheran, hari Rabu (4/10), dan disambut oleh Menteri Industri dan Pertambangan Mohammad Shariatadari di bandara Mehrabad.

Presiden Iran Hassan Rouhani akan menyambutnya secara resmi di Istana Sadabad pada hari yang sama.

Iran dan Turki adalah dua di antara banyak negara yang menentang referendum Kurdi di Irak.

Turki telah menempatkan ribuan tentaranya di bagian utara Suriah, dan Erdogan telah menyatakan, ia menolak sebuah negara Kurdi berada di dekat perbatasannya.

Menjelang penyelenggaraan referendum di Irak tersebut, Garda Revolusi, militer Iran yang kuat dan berpengaruh melangsungkan latihan militer di wilayah Kurdi yang terletak di barat laut Iran.

Menentang Referendum

Hubungan bilateral tegang dalam beberapa tahun terakhir ini karena kedua negara berebut pengaruh di seluruh wilayah. Namun, keduanya sekarang memiliki kepentingan bersama untuk menentang referendum warga Kurdi Irak bulan lalu, yang hasilnya menghendaki kemerdekaan dari Irak.

“Motivasi paling penting lawatan Erdogan ke Teheran adalah krisis Kurdi di Irak,” ujar Profesor Jamshid Assadi, pakar Iran di Burgundy Business School di Perancis.

“Turki dan Iran tidak ingin warga Kurdi Irak merdeka karena mereka tahu hal ini akan mendorong hal yang sama di negara-negara lain, khususnya di Turki dan Iran,” tambah Assadi. Turki, bersama Iran dan Irak, memiliki kelompok minoritas Kurdi dalam jumlah besar. Dalam perkembangan terkait, tentara Irak baru-baru melakukan latihan militer gabungan bersama Turki.

“Krisis referendum di bagian utara Irak merupakan upaya baru untuk menikam jantung kawasan kita dengan belati,” ujar Erdogan dalam pidato di parlemen hari Selasa, menjelang keberangkatannya ke Teheran. Presiden Turki itu telah meningkatkan retorika kerasnya sejak 92 persen warga Kurdi Irak memilih untuk merdeka.

Selagi Erdogan melawat ke Iran, pasukan Turki dan Iran berkumpul di perbatasan Kurdi di Irak. (VOA)

 

 

Editor : Melki Pangaribuan


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home