Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 07:32 WIB | Minggu, 29 November 2020

Ethiopia Klaim Kuasai Penuh Wilayah Tigray

Seorang perwira militer Sudan berpatroli ketika warga Ethiopia melarikan diri dari pertempuran yang sedang berlangsung di wilayah Tigray, berkumpul di desa Hamdayet di dekat sungai Setit di perbatasan Sudan-Ethiopia di negara bagian Kassala timur, Sudan, pada 22 November 2020. (Foto: dok. Reuters)

ADIS ABABA, SATUHARAPAN.COM-Perdana Menteri Ethiopia, Abiy Ahmed, mengatakan bahwa operasi militer di wilayah utara Tigray telah selesai, tak lama setelah dia mengumumkan pasukan federal telah merebut kendali penuh atas ibu kota regional Tigray pada hari Sabtu (28/11) malam.

"Saya senang menyampaikan bahwa kami telah menyelesaikan dan menghentikan operasi militer di wilayah Tigray," kata Abiy.

Pasukan federal Ethiopia telah mengambil "kendali penuh" atas ibu kota wilayah Tigray, Mekelle, kata perdana menteri dan kepala staf militer pada Sabtu malam.

Pihak berwenang sebelumnya mengatakan bahwa pasukan pemerintah berada dalam tahap akhir serangan di wilayah tersebut dan akan berhati-hati untuk melindungi warga sipil di Mekelle, kota berpenduduk 500.000 orang.

Belum ada komentar dari pasukan Tigrayan di wilayah utara, yang telah memerangi pasukan pemerintah selama tiga pekan terakhir.

"Pemerintah federal sekarang sepenuhnya mengendalikan kota Mekelle," kata Perdana Menteri Abiy Ahmed dalam sebuah pernyataan yang diposting di halaman Twitter-nya.

Itu menyusul pernyataan yang mengatakan hal yang sama dari kepala staf militer, Birhanu Jula, di halaman Facebook resmi militer.

Klaim dari semua pihak sulit untuk diverifikasi karena sambungan telepon dan internet ke wilayah tersebut telah terputus dan akses telah dikontrol dengan ketat sejak pertempuran dimulai pada 4 November.

Sebelumnya pada hari Sabtu, seorang diplomat yang berhubungan langsung dengan penduduk, dan pemimpin pasukan Tigrayan mengatakan pasukan federal telah memulai serangan untuk merebut Mekelle.

Pemerintah telah memberikan ultimatum kepada Tigray People's Liberation Front (TPLF) yang telah berlalu pada hari Rabu untuk meletakkan senjata atau menghadapi serangan di kota.

Ribuan orang diyakini tewas dan sekitar 43.000 orang mengungsi ke negara tetangga Sudan selama konflik. Wilayah utara Tigray juga berbatasan dengan negara Eritrea.

Abiy menuduh para pemimpin Tigrayan memulai perang dengan menyerang pasukan federal di sebuah pangkalan di Tigray. TPLF mengatakan serangan itu adalah serangan pendahuluan. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home