Loading...
DUNIA
Penulis: Melki Pangaribuan 18:43 WIB | Rabu, 10 Juni 2020

George Floyd Dimakamkan di Houston

Para petugas kepolisian berbaris di depan kereta kuda yang membawa peti jenazah George Floyd sebelum pemakaman di Pearland, Texas, 9 Juni 2020. (Foto: VOA)

HOUSTON, SATUHARAPAN.COM - Kematian Geogre Floyd, warga Afrika-Amerika, saat ditahan polisi memicu gerakan menentang rasisme di seluruh dunia.

Keluarga, kawan dan orang yang bahkan tidak kenal langsung dengannya, beriringan masuk ke gereja Fountain of Praise di Kota Houston, Selasa (9/6) untuk menghadiri upacara pemakaman George Floyd.

Kematian warga kulit hitam saat dia dalam tahanan polisi itu telah memicu protes menentang rasisme di seluruh dunia.

Sejumlah anggota polisi berbaris ketika peti mati Floyd yang terbuat dari emas dibawa masuk ke gereja itu.

“George Floyd mestinya tidak meninggal. Karena itulah kita berada disini,” kata anggota DPR Al Green kepada para hadirin.

“Kejahatan yang dilakukannya adalah karena ia dilahirkan berkulit hitam. Hanya itulah kejahatannya,” tambah Al Grewen.

Calon presiden partai Demokrat, Joe Biden, yang pada Senin (8/6) bertemu dengan keluarga Floyd, mengirim pesan video yang diputar dalam upacara pemakaman itu.

“Tidak ada seorang anak kulit hitampun yang harus terus beratnya: Mengapa? Sekarang lah waktunya kita harus mengusahakan keadilan ras,” kata Biden.

Setelkah upacara gereja itu, peti mati Floyd dibawa dengan kereta kuda ke pemakaman di pingir Kota Houston, dan dimakamkan disamping kuburan ibunya. (VOA)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home