Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 11:10 WIB | Sabtu, 14 Desember 2019

Gletser Tropis Terakhir di Pasifik Puncak Jaya Papua Segera Mencair

Pada 2017 bentangan gletser di Puncak Jaya terlihat menyusut drastis. (Foto: dw.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Gletser (lapisan  es) dekat Puncak Jaya, Papua  merupakan satu-satunya lapisan es yang dimiliki Indonesia, saat ini tampaknya akan menghilang dalam waktu satu dekade atau bahkan lebih cepat. Hal ini berdasarkan  artikel ilmiah yang berjudul “Disappearance of the last tropical glaciers in the Western Pacific Warm Pool (Papua, Indonesia) appears imminent”, yang terbit di jurnal PNAS (Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America) pada 9 Desember 2019, yang dilansir situs resmi bmkg.go.id, pada Rabu (11/12).

Artikel  ini  disusun  oleh  tim  peneliti  BMKG, Ohio  State University (Lonnie  Thompson), dan peneliti  lainnya yang berasal  dari  5  negara (Indonesia, Amerika  Serikat, Rusia, Swiss, dan Cile). Gletser Puncak Jaya juga merupakan satu-satunya gletser tropis  yang  berada  di Pasifik Barat yang berada diantara Pegunungan Andes (Amerika Selatan) dan Pegunungan Himalaya(Asia).

Pencairan es tropis di Puncak Jaya, merupakan salah satu  dampak  pemanasan  global dan perubahan iklim. Secara global,  pencairan gletser memiliki kontribusi terbesar terhadap kenaikan tinggi muka laut. Pencairan gletser tropis diperburuk dengan  adanya kejadian El Nino yang menaikan suhu udara permukaan dan mengurangi curah hujan pada beberapa daerah di dunia.

Tim peneliti juga, menghitung laju kecepatan pencairan es dan telah mengambil sampel inti es (ice core) pada tahun 2010, untuk memperoleh rekaman iklim yang tersimpan dalam  es. 

Ketebalan es berkurang sekitar 1,05 meter per tahun antara 2010 dan2015, dan berkurang 5,69 meter (5,4 kali lebih cepat) pada November 2016, setelah kejadian El Nino kuat  pada  2015/2016.

Berdasarkan citra satelit, luas  tutupan es berkurang sebanyak 78 persen antara tahun 2002 (2 km2) dan tahun 2018 (0,45  km2). 

Inti  es dari gletser Papua, menyimpan rekaman iklim sejak tahun 1964 dan menunjukkan pengaruh dari kenaikan suhu udara di wilayah tropis Pasifik, yang diperkuat oleh kejadian El Nino. Walaupun hanya menyimpan rekaman iklim kurang dari  satu  abad,  tim  peneliti  mencatat  bahwa  rekaman  ini merupakan satu-satunya rekaman  iklim  berdasarkan ice  coredi  Pasifik  Barat. 

Dengan  kondisi  seperti  ini,  gletser  tropis Puncak Jaya kemungkinan akan menghilang dalam satu dekade, terutama jika peristiwa El Nino yang kuat terjadi. Menurut Lonnie Thompson, “kejadian yang terjadi di Papua, Indonesia adalah indikator tentang apa yang sedang terjadi di Bumi dan beberapa gletser tropis lainnya, seperti di Kilimanjaro, Tanzania dan Quelccaya, Peru akan segera mengikuti."


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home