Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 10:53 WIB | Senin, 08 Agustus 2016

Halabi Bantah Salurkan Dana World Vision ke Hamas

Mohammad El Halabi, warga Palestina yang bekerja sebagai manajer operasi World Vision di Jalur Gaza, sebelum sidang di pengadilan distrik Beersheba di Israel selatan pada kamis (4/8). Halabi dituduh oleh Israel menyalurkan jutaan dolar uang bantuan ke Hamas di Gaza. Namun tuduhan itu dibantah oleh kelompok militan Islam tersebut. (Foto: dari RNS)

YERUSALEM, SATUHARAPAN.COM – Warga Palestina yang menjadi perwakilan lembaga amal Kristen, World Vision, Mohammad El Halabi, membantah tuduhan Israel bahwa dia menyalurkan jutaan dolar dana bantuan kepada kelompok militan Islam, Hamas. Demikian dikatakan pengacaranya, hari Minggu (7/8).

Mohammad El Halabi adalah manajer World Vision untuk operasi di Jalur Gaza. Dia ditangkap oleh Israel pada 15 Juni saat melintasi ke Gaza, yang de facto berada di bawah pemerintahan kelompok Hamas, kelompok yang masuk daftar hitam terorisme di Israel dan Amerika Serikat.

Dalam konferensi pers hari Kamis (4/8), seorang pejabat senior keamanan Israel mengatakan bahwa Halabi, yang telah menjalankan operasi di Gaza sejak 2010, berada di bawah pengawasan.

Pejabat Israel mengatakan Halabi mengaku mengambil dana sebesar US$ 7,2 juta per tahun, sekitar 60 persen dari dana World Vision di Gaza, untuk membayar pejuang Hamas, membeli senjata, membayar kegiatan lain dan membangun pertahanan.

"Mohammad El Halabi membantah semua tuduhan tersebut. Dia membantah semua itu," kata pengacara yang berbasis di Yerusalem, Mohammad Mahmoud, seperti dikutip Reuters. Dia ditugaskan untuk mewakili El Halabi oleh World Vision.

Mahmoud mengatakan ia bertemu kliennya selama persidangan pekan lalu, dan ini adalah komentar pertamanya yang disampaikan ke publik.

World Vision sudah mengatakan bahwa mereka "terkejut" dengan tuduhan Israel. Dan mereka sejauh ini tidak punya alasan untuk percaya tuduhan itu sebagai kenyataan, dan akan meninjau bukti. Sementara pihak Hamas membantah mereka mempunyai hubungan dengan Halabi.

Setelah kasus itu dipublikasikan, Australia menghentikan bantuan ke World Vision. Departemen Luar Negeri AS, menurut salah satu pejabat, prihatin dengan tuduhan itu.

Pada hari Minggu (7/8), puluhan warga Palestina yang mendapatkan keuntungan dari bantuan World Vision di Gaza berpawai untuk solidaritas bagi Halabi, dan menuntut pembebasannya.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home