Loading...
RELIGI
Penulis: Endang Saputra 11:19 WIB | Sabtu, 07 Maret 2015

Hubungan Antaragama, Singapura Akan Belajar dari Indonesia

Wakil Presiden Majlis tertinggi MUIS Mohd Alami Musa dalam kunjungan ke Kementerian Agama dan diterima Menag Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: kemenag.go.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS, Islamic Religious Council of Singapore) berharap mendapatkan banyak masukan tentang hubungan antarumat beragama di Indonesia, selain juga untuk mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Singapura, khususnya Kementerian Agama (Kemenag) dan MUIS.

Hal tersebut dikatakan Wakil Presiden Majlis Tertinggi MUIS Mohd Alami Musa, didampingi Rozlan Giri dari NTU/RSIS, dalam kunjungan ke Kementerian Agama dan diterima Menag Lukman Hakim Saifuddin. Ikut mendampingi Menag, Dirjen Bimas Islam Machasin, Kabiro Hukum dan KLN Ahmad Gunaryo, dalam pertemuan di kantor Kemenag, Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4, Jakarta, Jumat (6/3).

“Kami hendak melihat lebih dalam tentang kajian-kajian dan hal ikhwal mengenai hubungan antarumat beragama di Indonesia yang menurut kami sangat baik dan maju. Hal ini sangat penting, karena Singapura merupakan negara yang juga plural. Ke depan, kami berharap bisa meniru langkah-langkah dan pengalaman Indonesia dalam mengelola hubungan silang agama (antaragama). Untuk itu, kami telah mengunjungi UGM dan UIN Sunan Kalijaga di Yogyakarta, Universitas Kristen Satyawacana di Salatiga, UI dan Wahid Institute di Jakarta, untuk melihat secara seksama program-program dan pengkajian tingkat tinggi agama-agama,” kata dia.

Musa menambahkan, jika tidak ada aral melintang, dia dipercaya membuka program (jurusan) baru di Nanyang Technological University (NTU) Singapura dan The S Rajaratnam School of International Studies (RSIS), berkaitan tentang hubungan antaragama.

“Untuk itulah, kami harus banyak belajar dari Indonesia, bahkan jika memungkinkan kami siap bekerja sama dengan Indonesia untuk program training, dialog, bahkan hingga pertukaran pelajar/mahasiswa untuk mendukung program untuk membangun dan memperkuat kerukunan antarumat beragama. Indonesia adalah negara yang kami kunjungi kali pertama,” kata dia.

Musa menceritakan, saat ini, ada lebih dari 800.000 Muslim yang tinggal di Singapura. Dari jumlah tersebut, sekitar 500.000 merupakan warga negara Singapura.

Terkait keinginan MUIS untuk belajar dari Indonesia tentang relasi antarumat beragama, Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Agama siap mendukung dan membantu program MUIS.

“Kami, atas nama Pemerintah Indonesia, siap mendukung sepenuhnya apa yang dilakukan MUIS. Hal ini juga akan mempererat hubungan Indonesia-Singapura,” kata dia.

Menag melihat positif keinginan MUIS untuk mendalami kajian-kajian keislaman dan melihat lebih dalam hubungan antarumat beragama di Indonesia. Menag tak lupa menceritakan RUU PUB dan program 5.000 doktor yang mungkin bisa dikerjasamakan.

“Kami sedang mempersiapkan RUU PUB. Kami ingin perkuat forum antarumat agama, untuk meredam bila ada konflik antaragama, tentang penyiaran agama, pembangunan rumah ibadah, dan lain sebagainya,” kata Menag.

Menag melihat, RUU PUB memang sensitif, meski demikian, Kemenag harus mengambil sikap untuk berani menggelar masalah di atas meja, “Minimal, kami mempunyai cara pandang atau kesepakatan. Ada titik kebersamaan, tentang sesuatu yang bisa kita bangun bersama.”

Kepada MUIS menjelaskan, Menag bersyukur, ada beberapa ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah yang mempunyai faham Islam moderat di Indonesia. Ormas-ormas ini sangat dekat dengan kehidupan mayoritas masyarakat Indonesia. (kemenag.go.id)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home