Loading...
DUNIA
Penulis: Eben E. Siadari 16:09 WIB | Selasa, 01 November 2016

Hubungan Memanas, AS Hentikan Penjualan Senjata ke Filipina

Personel militer Filipina menunjukkan senjata M4 mereka pada sebuah uapcara di pelatihan militer Fort Magsaysay di Nueva Ecija, Manila pada 4 September 2014. (Ted Aljibe—AFP/Getty Images)

WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM - Amerika Serikat memutuskan untuk menghentikan penjualan senjata senapan serbu ke Filipina setelah seorang senator mengungkapkan kekhawatiran atas pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara tersebut.

Perang brutal Filipina dalam memberantas narkoba tampaknya telah benar-benar membuat AS khawatir.

Menurut Reuters, staf Senat Komite Hubungan Luar Negeri mengatakan Departemen Luar Negeri AS pada hari Senin bahwa Senator Ben Cardin dari Partai Demorkat menentang penjualan hingga 27.000 senapan serbu ke Filipina, pasca kekhawatiran atas ribuan orang yang telah tewas dalam perang di luar hukum terhadap narkoba.

Akibat hal itu, hubungan antara Washington dan Manila telah tegang belakangan ini. Apalagi, diperparah oleh serangkaian pernyataan kontroversial Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, yang telah 'menghina' Presiden AS, Barack Obama.

Bulan lalu, Duterte mengatakan kepada televisi pemerintah Tiongkok bahwa kritik AS terhadap perang narkoba yang ia jalankan telah memperburuk hubungan kedua negara. Dia juga mengumumkan "pemisahan" nya dari AS dan mengatakan bahwa ia ingin pasukan Amerika meninggalkan Filipina.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home