Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 15:50 WIB | Jumat, 25 September 2015

Hungaria dan Austria Bahas Krisis Gelombang Imigran

Hungaria dan Austria Bahas Krisis Gelombang Imigran
Imigran dan pengungsi menaiki bus menuju perbatasan Kroasia-Hungaria di desa perbatasan Serbia-Kroasia, Bapska, dekat kota timur Kroasia, Ilok, pada 23 September 2015. Imigran Timur Tengah, kebanyakan Muslim, tetap melanjutkan perjalanannya pada malam takbiran salah satu perayaan penting Islam Idul Adha. Presiden UE mengimbau para pemimpin yang berkumpul pada Rabu untuk berhenti berselisih mengenai perjanjian kuota pengungsi dan mengambil tindakan nyata untuk mengamankan perbatasan blok Eropa tersebut di tengah arus masuk imigran. AFP PHOTO / ELVIS BARUKCIC
Hungaria dan Austria Bahas Krisis Gelombang Imigran
Presiden Dewan Eropa Donald Tusk menghadiri konferensi pers setelah pertemuan dengan para pemimpin Eropa yang membahas masalah imigran di Dewan Eropa di Brussel pada 23 September 2015. AFP PHOTO/John Thys
Hungaria dan Austria Bahas Krisis Gelombang Imigran
Orang-orang berdemo menolak kedatangan imigran di Latvia di dekat Monumen Kebebasan di Riga pada 22 September 2015. AFP PHOTO / ILMARS ZNOTINS
Hungaria dan Austria Bahas Krisis Gelombang Imigran
Para imigran sedang menunggu untuk didaftarkan di Jerman setelah melintasi perbatasan Austria-Jerman antara Salzburg (Austria) dan Freilassing (Jerman) pada 20 September 2015. AFP PHOTO / DPA / ANDREAS GEBERT
Hungaria dan Austria Bahas Krisis Gelombang Imigran
Ribuan imigran menunggu keberangkatan mereka ke Jerman di wilayah Austria dari perbatasan Hungaria-Austria di Heiligenkreuz pada 19 September 2015, sementara ribuan imigran lainnya tiba dari Kroasia. AFP PHOTO / ATTILA KISBENEDEK
Hungaria dan Austria Bahas Krisis Gelombang Imigran
Imigran menunggu dibawa dari perbatasan Bregana-Obrezje ke salah satu pusat pendaftaran di Bregana, Kroasia, pada 19 September 2015. Ratusan imigran berkumpul di dekat perbatasan utama Kroasia dan Slovenia untuk menyeberang lewat Slovenia menuju ke Eropa utara, menurut keterangan wartawan AFP dan media setempat. AFP PHOTO / JURE MAKOVEC

BUDAPEST, SATUHARAPAN.COM – Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban akan bertemu Perdana Menteri Austria Werner Faymann pada hari ini Jumat (25/9) di Wina. Pengumuman itu dilansir di kantor kepresidenan di tengah ketegangan antara kedua negara mengenai cara mengatasi krisis imigran di Eropa.

Orban juga akan menggelar pembicaran dengan Heinz Christian Strache ketua partai haluan kiri Freedom Party of Austria yang juga membahas tentang “situasi krisis Eropa yang disebabkan oleh imigrasi ilegal”, katanya yang dikutip dari halaman situsnya pada Kamis (24/9).

Sebelumnya Orban dan Faymann sempat terlibat perdebatan sengit disela pertemuan tingkat tinggi di Brussel, Jerman pada Rabu (23/9), pada saat para pemimpin Uni Eropa (UE) sepakat meningkatkan bantuan bagi negara tetangga Suriah, serta memperkuat daerah perbatasan di wilayah tersebut untuk menangani gelombang masuknya imigran.

Hungaria merupakan pintu masuk bagi puluhan ribu imigran yang melakukan perjalanan  dari Balkan ke Eropa utara, yang tercatat sekitar 10.046 imigran tiba pada Rabu (23/9) dari Kroasia. Namun negara ini juga termasuk salah satu negara Eropa yang menunjukkan penolakan keras atas gelombang imigran tersebut.

Hungaria menolak memberikan suaka dan mereka menutup perbatasannya dengan Serbia menggunakan kawat berduri sehingga memaksa puluhan ribu pengungsi mengubah haluan mereka ke Kroasia.

Pada hari Kamis (24/9) kemarin, Budapest mengumumkan, pihaknya saat ini sedang mempertimbangkan untuk menutup perbatasannya dengan Kroasia. Langkah itu memicu kritikan dari Austria yang menampung sebagian besar imigran yang transit melalui Hungaria. (AFP)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home