Loading...
SAINS
Penulis: Reporter Satuharapan 17:07 WIB | Senin, 10 Juni 2013

ICW Laporkan Kecurangan dalam Praktik UN

Demonstrasi pelajar yang dilatarbelakangi kasus-kasus dalam pelaksanaan Ujian Nasional.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Indonesia Corruption Watch (ICW) melaporkan kasus kecurangan Ujian Nasional (UN) tahun 2013 di SMK Widuri Jakarta Selatan kepada Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada hari Senin ini (10/6). Demikian siaran pers yang dikeluarkan oleh ICW pada hari yang sama.

Kedatangan ICW diterima Haryono Umar, Inpektur Jenderal (Irjen) Kemendikbud. ICW meminta Irjen melakukan investigasi lebih lanjut terhadap kasus kebocoran UN di SMK Widuri dan meminta adanya rehabilitasi psikologis terhadap anak-anak atas nilai kejujuran yang dianggap tidak penting lagi.

Monitoring Pelayanan Publik ICW, Siti Juliantari Rachman, mengatakan bahwa kejadian ini memperlihatkan bahwa sistem UN tidak dapat dipercaya. Terbukti dengan banyaknya bocoran yang tetap bermunculan meskipun pada UN tahun ini sudah menggunakan 20 paket soal dan barcode pada soal dan kunci jawaban.

Keinginan Kementerian untuk menetapkan standar yang tinggi melalui Ujian Nasional ternyata tidak disiapkan dengan guru dan perangkat pendidikan yang ada. UN sebagai salah satu standar kelulusan dan indikator kenaikan mutu pendidikan perlu dipertanyakan.

Generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa malah diajarkan untuk berbuat tidak jujur dalam mengerjakan UN. Padahal kejujuran adalah bagian dari nilai antikorupsi yang saat ini sedang di gaungkan di Indonesia.

Editor : Wiwin Wirwidya Hendra


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home