Loading...
EKONOMI
Penulis: Eben Ezer Siadari 21:41 WIB | Rabu, 22 April 2015

India Yakin Bakal Menduduki Posisi Wakil Presiden AIIB

Presiden Tiongkok, Xi Jinping (berdasi biru mengangkat tangan) memandu para tamunya pada upacara peluncuran AIIB di Beijing, 24 Oktober 2014. (Foto: Reuters/Takaki Yajima/Pool)

BEIJING, SATUHARAPAN.COM - India kemungkinan akan mendapatkan posisi Wakil Presiden Bank Investasi Infrastruktur Asia atau Asia Infrastructur Investment Bank (AIIB), sebagai anggota ke 56 dan telah diakui sebagai anggota pendiri.

Para kepala negosiator masing-masing negara akan melangsungkan pertemuan penting minggu depan untuk memulai konsultasi  menyelesaikan format fungsi AIIB, termasuk pembagian hak suara.

Nota Kesepahaman pendirian bank yang akan berkantor pusat di Beijing itu menetapkan bahwa modal dasar AIIB akan  berjumlah US$ 100 miliar, dengan modal disetor awal sebesar US$ 50 miliar.

NDTV News mengutip para pejabat India yang mengatakan kemungkinan negara itu akan mendapatkan pos Wakil Presiden cukup tinggi seiring dengan kemungkinan hak suara didasarkan pada 50 persen nilai Produk Domestik Bruto dan 50 persen tingkat daya beli (Purchasing Power Parity (PPP), serta akan mengutamakan negara anggota dari Asia, mengingat tujuan pembiayaannya terutama kepada proyek infrastruktur di Asia.

Berdasarkan pedoman ini, India berada di urutan kedua setelah Tiongkok, yang diharapkan akan mengambil peran utama.

India telah ditunjuk untuk memimpin BRICS (Brazil, Rusia, India, China, South Africa) Development Bank yang akan berkantor pusat di Shanghai.

Bank ini akan memiliki modal awal sebesar $ 50 miliar. Selain AIIB dan BRICS Bank, Tiongkok telah mengumumkan US$ 40 miliar dana khusus untuk proyek-proyek Jalur Sutra yang bertujuan mengembangkan jaringan jalan raya, kereta api dan pelabuhan di Asia dan Afrika.

Format keseluruhan AIIB diharapkan akan diselesaikan setelah serangkaian pertemuan di mana India akan turut mengambil bagian.

Para pejabat Tiongkok mengatakan bahwa bank ini akan mengadopsi praktik-praktik terbaik dari IMF, Bank Dunia dan ADB, tetapi akan menghindari dominasi beberapa negara untuk menetapkan aturan sistem keuangan internasional.

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home