Loading...
INDONESIA
Penulis: Endang Saputra 21:34 WIB | Rabu, 13 Mei 2015

Indonesia Menjadi Tuan Rumah Kongres Kedokteran Militer

Kapuskes TNI Mayjen Daniel Tjen (pertama kiri). (Foto: Endang Saputra)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Kapuskes TNI Mayjen Daniel Tjen mengatakan Indonesia menjadi tuan rumah Kongres Dunia Kedokteran Militer yang ke -41 International Committe of Military Medicine (ICMM) Wold Congress on Military Medicine yang akan berlangsung pada 17 - 22 Mei di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).

"Kementerian Pertahan RI sebagai tuan rumah dengan didukung oleh Kemlu, Puskes TNI dan Perhimpunan Kedokteran Militer Indonesia (Perdokmil)," kata Daniel Tjen dalam keterangan persnya di Kantor Kemenhan, Jakarta Pusat, Rabu (13/5).

Menurutnya kongres tersebut yang baru pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia akan dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 18 Mei dan diharapkan dihadiri oleh 750 peserta dari 114 negara anggota ICMM dan enam negara observer.

"Tujuan utama 41 ICMM World Congress on Military Medicine ini adalah kemitraan (partnership), interoperabilitas (interoperability) dan pertukaran pengetahuan dan ilmu kedoteran militer (Sharing of knowledge and sciences of military medicine) dalam 41 ICMM di Bali ini Indonesia akan menjadi Chairman ICMM," kata dia.

Dikatakan Daniel kongres kedokteran militer ini sangat penting bagi Indonesia mengingat kerja sama tersebut sangatlah penting demi menunjang ketahanan nasional. Selain itu, ajang itu sekaligus menunjukkan Indonesia pada dasarnya mempunyai SDM yang bagus dalam hal medis.

"Ini kesempatan bagus buat kita untuk menjalin kerja sama dengan bangsa lain dalam hal medis yang tujuannya tentu demi ketahanan bangsa kita sendiri. Bahwa sebenarnya kita juga tidak kalah dengan negara lain dalam hal medis. Ingat beberapa RS kita lolos sertifikasi Internasional padahal ada salah satu di Singapura yang tidak lolos," kata dia.

Selain itu, kata Daniel  kongres medis ini juga menjadi ajang pembelajaran dengan adanya isu-isu internasional seperti penyakit ebola dan sars. Dengan ajang ini diharapkan menjadi pengalaman sekaligus menjadi model dan acuan pengembangan medis ke depan.

"Kami minta doanya agar kegiatan ini sukses. Tidak ada cara lain selain sukses. Ini penting bagi kita. Semoga kegiatan berjalan lancar tanpa ada kendala," kata dia.

Sementara itu Ketua OC ICMM, Brigjen TNI Terawan AP, kongres medis militer ini bertujuan untuk menjalin kemitraan antara bangsa-bangsa dan pertukaran ilmu pengetahuan demi membangun perdamaian dunia.

"Kongres medis militer ini sangat penting untuk menjalin kemitraan antara bangsa-bangsa dan pertukaran ilmu demi pembangunan perdamaian dunia,"  kata dia.

Keanggotaan medis militer internasional terdiri dari 643 peserta dari 77 negara. Dalam kongres nanti akan ada 145 pembicara internasional dan nasional yang berasal dari negara Aljazair, Belarusia, Belgia, Kongo, Prancis, Jerman, Yunani, Indonesia, Iran, Yordania, Oman, Mauritanian, Nigeria, Pakistan, Polandia, Qatar, Arab Saudi, Senegal, dan sebagainya yang masing-masing berbicara sesuai dengan keahlian masing-masing.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home