Loading...
DUNIA
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 09:28 WIB | Jumat, 20 Februari 2015

Inggris dan Spanyol Menolak Solusi Bantuan Militer ke Ukraina

Menteri Luar Negeri Ukraina Pavlo Klimkin (kiri) berbicara saat konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Rumania Bogdan Aurescu saat mereka bertemu di Kementerian Luar Negeri di Bucharest pada 17 Februari 2015. Gencatan senjata Ukraina memasuki hari ketiga, dengan pasukan Ukraina dan separatis pro-Rusia mengatakan pelanggaran yang terjadi menyebabkan terhambatnya penarikan senjata dari perbatasan. (Foto: AFP)

MADRID, SATUHARAPAN.COM - Menteri luar negeri Inggris dan Spanyol pada Kamis (19/2) mengatakan bahwa solusi bagi krisis Ukraina harus melalui dialog dan tidak dapat melibatkan bantuan militer untuk pasukan Ukraina.

“Kami tidak percaya bahwa pada saat ini akan sangat membantu untuk memberikan bantuan (senjata) mematikan bagi pasukan bersenjata Ukraina,” ungkap Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond dalam konferensi pers gabungan dengan Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Garcia Margallo di Madrid.

“Kami menegaskan bahwa kami tidak bisa membiarkan pasukan bersenjata Ukraina hancur, meski saya pikir mereka jauh posisi tersebut pada saat ini.”

“Jadi Inggris tidak akan mengubah posisinya saat ini terkait bantuan (senjata) mematikan sebagai konsekuensi dari apa yang terjadi di lapangan pada saat ini,” tambahnya.

Hammond mengatakan bahwa isu tentang pemasokan bantuan kepada pasukan bersenjata Ukraina merupakan “salah satu isu bagi pemerintah nasional secara pribadi.”

“Itu bukan isu Uni Eropa atau pun isu NATO,” tambahnya.

Margallo menyerukan “dialog yang jujur dan terbuka” dan meminta Rusia untuk menghormati “integritas teritorial Ukraina”.

Sementara itu tigabelas tentara Ukraina terbunuh, 157 luka-luka, lebih dari 90 ditawan dan 82 tentara lainnya masih hilang setelah para pemberontak pro-Rusia menduduki kota kunci, Devaltseve, kata militer Ukraina, Kamis (19/2). 

Angkatan bersenjata Ukraina itu mengatakan pihaknya telah mengerahkan "pasukan tertentu" untuk mencari mereka yang hilang dan meminta para pemantau dari Organisasi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) untuk membantu menemukan keberadaan mereka. 

Pasukan Ukraina pada Rabu mundur dari Debaltseve --kota pusat perkeretaapian-- setelah berlangsungnya serangan gencar oleh para pejuang separatis. Kiev menyatakan para pemberontak itu dipersenjatai oleh Moskow dan dimasukkan dalam ketentaraan reguler Rusia. 

Dalam sebuah pernyataan, staf jenderal Ukraina mengatakan 13 tentara tewas dan 157 lainnya luka-luka selama penarikan pasukan tersebut. 

Pihak militer Kiev menyatakan bahwa pasukannya telah menawan "puluhan" petempur pemberontak di Debaltseve dan menahan mereka untuk diperiksa. (AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home