Loading...
DUNIA
Penulis: Martha Lusiana 14:42 WIB | Jumat, 24 Juli 2015

Insiden Louisiana, Obama Akui Gagal Atasi Peredaran Senjata di AS

Presiden AS, Barack Obama. (Foto: politico.com)

WASHINGTON DC, SATUHARAPAN.COM – Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, mengatakan, salah satu kekecewaan selama pemerintahannya berlangsung adalah gagal mengesahkan undang-undang mengatasi peredaran senjata di AS.

Hal tersebut ia sampaikan pada Jumat (24/7) saat menanggapi penembakan massal di sebuah bioskop di Negara Bagian Louisiana, Kamis (23/7) kemarin.

Presiden merasa prihatin atas kejadian tersebut dan mengaku bahwa dirinya belum mampu mengatasi kekerasan senjata di AS.

"Jika kita melihat jumlah orang Amerika yang meninggal saat insiden 9/11 oleh terorisme itu kurang dari 100 orang. Namun, kita melihat jumlah korban yang telah dibunuh oleh kekerasan senjata bisa mencapai puluhan ribu," katanya kepada BBC.

Berbagai upaya telah dilakukan, tetapi lobi para pengusaha senjata api di AS mampu menggagalkan usaha Obama untuk memperkenalkan undang-undang menanggulangi betapa mudahnya masyarakat membeli senjata api.

Ia menyesali kagagalan Washington untuk meloloskan hukum senjata yang lebih masuk akal di AS. Lebih lanjut ia menyesali pembunuhan massal karena senjata bisa terulang.

Sebelumnya telah terjadi pula penembakan di sebuah gereja kulit hitam di Charleston, Carolina yang menyebabkan sembilan orang Amerika keturunan Afrika meninggal bulan lalu.

Terkait dugaan rasial atas banyaknya kasus penembakan di AS, Obama membenarkan hal tersebut dan polisi sedang menyelidiki. (telegraph.co.uk)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home