Loading...
HAM
Penulis: Sabar Subekti 17:30 WIB | Kamis, 09 April 2015

ISIS Bebaskan 216 Yazidi Setelah 8 Bulan Ditawan

Anggota militer membantu tawanan yang dibebaskan oleh ISIS pada hari Rabu (8/4), seorang tua yang lemah. (Foto: dari BBC News)

Baca juga : Yazidi Hadapi Genosida

Baca Juga: Serangan ISIS: Genoside Ke-73 bagi Yazidi

BAGHDAD, SATUHARAPAN.COM – Kelompok ISIS (Islamic State of Iraq and Syria atau Negara Islam Irak dan Suriah) membebaskan 216 orang warga Yazidi pada hari Rabu (8/4) setelah menahan mereka selama delapan bulan.

Pembebasan tawanan itu merupakan yang terbaru dilakukan oleh ekstrimis ISIS setelah mereka menjadi target serangan udara oleh koalisis beberapa negara yang dipimpin Amerika Serikat dan serangan darat oleh pasukan Irak dan Peshmerga Kurdi.

Jenderal Hiwa Abdullah, komandan Peshmerga di kota Kirkuk, Irak utara, seperti diberitakan BBC News mengatakan bahwa ada 216 orang yang dibebaskan, dan  sebagian besar dalam kondisi kesehatan yang buruk dengan tanda-tanda kekerasan dan penelantaran.  Sekitar 40 anak-anak ada di antara mereka yang dibebaskan, sedangkan sisanya adalah orang tua.

Namun tidak ada penjelasan tentang pembebasan mereka yang awalnya diculik dari daerah sekitar Sinjar, di wilayah utara negara itu. Penyerahan tawanan berlangsung di Himera di barat daya kota Kirkuk yang berjarak 290 kilometer di utara Baghdad.

Tawanan yang dibebaskan itu menangis dan menyeru kepada  Allah ketika disambut oleh keluarga mereka. Beberapa di antara mereka begitu lemah, sehingga hanya berbaring di tanah gersang. Para perempuan menyeka air mata mereka dengan kain jilbab yang panjang.

"Kami sangat senang sekarang," kata Mahmoud Haji, salah satu Yazidi yang dibebaskan. "Kami khawatir bahwa mereka membawa kami ke Suriah dan Raqqa," wilayah yang secara de facto menjadi ibu kota kelompok ISIS.

Mereka yang membutuhkan perawatan medis diangkut dengan ambulans dan bus untuk menerima pengobatan. Di antara mereka yang dibebaskan adalah Jar-Allah Frensis, seorang petani Kristen berusia 88 tahun bersama istrinya.

Frensis mengatakan militan masuk ke rumahnya di Sinjar dan menangkap dia bersama istri dan anaknya. Kemudian, keluarga dipisahkan, anaknya dibawa pergi. Dia mengatakan dia masih tidak tahu apa yang terjadi dengan anaknya.

"Para militan mengambil semua uang dan perhiasan kami. Kami telah hidup di bawah ketakutan sampai kami bebas," kata Frensis seperti dikutip ankawa.com dari The Associated Press.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyambut baik pembebasan itu, kata dia melalui juru bicaranya. "Setiap pembebasan warga sipil tak berdosa harus disambut,’’ kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric.

Puluhan ribu Yazidi melarikan diri pada bulan Agustus ketika kelompok ISIS merebut kota Sinjar, Irak utara, dekat perbatasan Suriah. Tapi ratusan orang ditawan oleh kelompok itu, dan perempuan Yazidi dipaksa menjadi budak, seperti disebutkan kelompok hak asasi internasional.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home