Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 16:02 WIB | Rabu, 22 Juli 2015

Jambore Pramuka Sedunia, Daerah Kirim Delegasi

Ilustrasi: Jambore Nasional Pramuka (Foto: kemenpora.go.id)

SANGATTA, SATUHARAPAN.COM - Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kutai Timur (Kutim) untuk kesekian kalinya turut andil dalam kegiatan kepramukaan tingkat internasional.

Kali ini 11 anggota pramuka asal Kutim berangkat mengikuti 23rd World Scout Jamboree (Jambore ke-23 Pramuka Sedunia) Tahun 2015, di Kirara-Hama, Yamaguchi, Jepang.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman melepas keberangkatan pramuka Kutim di halaman Sekretariat Kabupaten, Senin (21/7) lalu. Dalam kesempatan itu Bupati Ardiansyah menyampaikan beberapa hal penting untuk diingat dan dilaksanakan oleh pramuka Kutim selama berada di Negeri Samurai.

“Adik-adik (pramuka) sekalian menjadi pilihan untuk mewakili Kutim. Ini ajang pendidikan luar sekolah yang luar biasa. Diharapkan nantinya banyak mendapatkan manfaat di dalamnya. Praktik lapangan adalah ladang pendidikan yang tidak pernah didapatkan di kelas,” katanya.

“Sesungguhnya itulah yang dipahami di masyarakat dan kondisi riil. Jadi manfaatkan momen ini sebaik-baiknya,” kata Ardiansyah.

Bupati berharap pramuka yang berangkat dapat mengambil ilmu dan program edukasi lainnya untuk selanjutnya dimanfaatkan saat kembali ke Tanah Air. Menurutnya, setelah jambore, pramuka dapat mendedikasikan ilmu yang didapat di tengah masyarakat pada masa mendatang. Ia juga meminta Pramuka Kutim dapat menjaga nama baik daerah dan negara, serta menjaga kesehatan.

Sekretaris Kwarcab Kutim, Supratman, dalam laporannya mengatakan, anggota pramuka dari Kwarcab Kutim bersama peserta asal Indonesia lainnya dijadwalkan mengikuti kegiatan pramuka tingkat dunia tersebut sejak 28 Juli sampai 8 Agustus 2015. “Namun, 22-28 Juli, 11 anggota pramuka Kwarcab Kutim akan terlebih dulu bergabung dan diberi pembekalan di Cibubur (Jawa Barat, Red),” kata Supratman.

Selama di Jepang nanti, Gerakan Pramuka Kwarcab Kutim akan menampilkan berbagai kegiatan keterampilan. Di antaranya, pentas seni tari dengan menampilkan dua jenis tarian khas Kutim, yakni Tari Jepen dan Tarian Dayak.

Peserta yang mengikuti ajang ini merupakan pramuka hasil seleksi yang dilakukan masing-masing kecamatan.

Banten Kirim Anggota 

Selain Kutai Timur, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Banten (Kwarda Banten) mengirimkan 17 delegasi untuk mengikuti Jambore tersebut.

"Yang dikirim antara lain dari Pramuka Penggalang serta Pembina, total 17 orang. Mereka hasil seleksi yang kami lakukan dari kwarcab-kwarcab se-Banten," kata Masduki, seusai acara pelepasan yang dilakukan langsung oleh Plt Gubernur Banten Rano Karno di Pendopo Gubernur Banten Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Kota Serang.

Masduki mengatakan, peserta dari Kwarda Banten ini akan tergabung dengan kontingen lain dari kwarda se-Indonesia yang turut dikirim ke Jepang. Secara nasional, dijadwalkan sekitar 400 orang dikirim ke Jepang.

Pada jambore ke-23 tingkat dunia itu, akan dilaksanakan kegiatan scouting skill, kegiatan persaudaraan, mengenal budaya masing-masing negara," kata Masduki.

Ia menambahkan, peserta jambore tersebut juga akan diberi kesempatan mengunjungi dan mengenal beberapa kota di Negeri Sakura tersebut.

Plt Gubernur Banten Rano Karno berpesan agar seluruh peserta mengikuti semua kegiatan di jambore dunia dengan semangat, menjalin silaturahmi antarsesama dan antarnegara.

"Dengan tema A Spirit of Unity, berarti harmoni, kesatuan, atau kebersamaan, harus dilanjutkan. Kalian akan mendapatkan pengalaman hidup berharga, yang baik-baik, dari bangsa lain, yang dapat kita timba. Yang tidak sesuai, jangan dibawa masuk ke dalam negeri kita," kata Rano saat pelepasan peserta. (pramuka.or.id/Ant)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home