Loading...
DUNIA
Penulis: Eben E. Siadari 22:43 WIB | Sabtu, 26 Maret 2016

Jet Tempur Yordania Bantu Israel Hadang Pesawat Rusia

Personel militer tengah menyaksikan jet tempur Yordania saat demonstrasi militer di pusat laithan bersama di Zarqa, Yordania pada 10 Maret 2016. (Foto: AFP)

AMMAN, SATUHARAPAN.COM - Raja Abdullah II dari Yordania mengklaim pesawat tempur negaranya  telah membantu pesawat tempur Israel menghadang pesawat tempur Rusia di perbatasan Suriah selatan.

Raja Abdullah II tidak menyebutkan waktu kejadiannya.

The Middle East Eye (MEE) dan situs berita Haaretz mempublikasikan klaim  Abdullah pada hari Jumat (25/3), dan mengatakan raja sudah membuat pernyataan kepada anggota Kongres AS pada 11 Januari tanpa mengungkapkan tanggal kejadian itu.

"Kami melihat (pesawat) Rusia terbang rendah, tapi mereka bertemu dengan (pesawat) Israel dan F-16 Yordania," Abdullah berkata.

"Rusia terkejut dan sadar mereka tidak bisa main-main dengan kami."

Sumber berita juga mengutip pernyataan raja yang mengatakan bahwa perkembangan selanjutnya telah diikuti oleh upaya diplomatik untuk mencegah eskalasi masalah, dan sepanjang upaya diplomasi itu Yordania acap kali berbicara 'atas nama Israel.'

"Kami membahas sebuah gagasan tentang bagaimana untuk menjaga agar Rusia tetap di tempat mereka," kata Raja Abdullah II kepada anggota Kongres AS. Ia menambahkan bahwa Amman dan Moskow setuju atas lingkup yang tepat bagi kegiatan militer mereka.

Presstv.ir yang melansir berita ini mengatakan Moskow belum memberi reaksi resmi atas laporan itu.

Atas permintaan Damaskus, Rusia mulai melakukan serangan terhadap posisi teroris di Suriah pada 30 September 2015.

Pada tanggal 14 Maret, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa "bagian utama" dari pasukan Rusia akan mulai menarik diri dari Suriah, dan  diplomat telah dipanggil untuk meningkatkan upaya mereka  mencapai solusi damai terhadap krisis di negara Arab yang sudah berlangsung sejak 2011.

Israel memandang Yordania sebagai sekutu regionalnya yang penting. Amman dan Tel Aviv dilaporkan telah memberikan dukungan kepada  para militan yang telah bertempur melawan pemerintahan Suriah dalam lima tahun terakhir.

Kepada para anggota Kongres AS, Raja Abdullah juga dilaporkan berkata bahwa pasukan khusus Yordania telah bergabung ke dalam sebuah operasi yang dilakukan oleh militan dukungan AS untuk mengambil kembali al Waleed, sebuah wilayah di perbatasan Suriah dan Irak pada awal Maret.

Raja mengungkapkan mempersiapkan  dua batalyon pasukan khusus untuk aksi rahasia, dalam briefing pada bulan Januari kepada anggota kongres AS.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home