Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 20:05 WIB | Senin, 30 Desember 2013

Jokowi Menerima Penghargaan Figur Pluralis

Jokowi Menerima Penghargaan Figur Pluralis
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) saat menerima penghargaan Figur Pluralis dari Direktur LPI Boni Hargens dalam kesempatan diskusi kaleidoskop politik 2014 di Galeri Cafe Komplek Taman Ismail Marzuki, Senin (30/12) (Foto-foto : Dedy Istanto).
Jokowi Menerima Penghargaan Figur Pluralis
Jokowi (ketiga dari kiri) saat hadir bersama dengan para narasumber dari perwakilan partai politik dalam diskusi kaleidoskop politik jelang pemilu 2014.
Jokowi Menerima Penghargaan Figur Pluralis
Joko Widodo (kiri) terlihat tersenyum saat bersama dengan Boni Hargens (kanan) dalam acara diskusi seputar tahun politik 2014.
Jokowi Menerima Penghargaan Figur Pluralis
Foto bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) bersama dengan sejumlah narasumber setelah menerima penghargaan dari LPI.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Enam tokoh Indonesia, Joko Widodo, Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, Surya Paloh, Hary Tanoesoedibijo, dan Ali Masykur Musa, diberi pengharagaan oleh Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) sebagai figur pluralis yang terus memperjuangkan dan mengajarkan nilai-nilai keberagaman.

Direktur Eksekutif LPI Boni Hargens di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa keenam tokoh tersebut dipilih berdasarkan penilaian kualitatif dari sekian nama tokoh yang diprediksikan akan bersaing pada Pemilihan Umum 2014.

Dalam penilaian itu, ujar Boni, pihaknya mengundang pakar, tokoh masyarakat, dan aktivis untuk memberikan pandangan mengenai sosok yang terus memperjuangkan nilai-nilai kesatuan dalam kehidupan bangsa yang majemuk.

"Penghargaan ini merupakan hasil kajian kualitatif kita terhadap sejumlah tokoh kandidat bakal calon presiden dan calon wakil presiden dari November yang lalu," ujar Boni setelah pemberian penghargaan.

Kriteria yang menjadi penilaian LPI, kata Boni, termasuk juga agenda sosialisasi politik para enam tokoh tersebut dalam berbagai kesempatan.

Menurut dia, enam tokoh tersebut dalam sosialisasi politiknya selalu membawa masalah-masalah pluralisme.

"Begitu juga beberapa yang menjadi pemilik media dari keenam tokoh tersebut, dalam programnya selalu memiliki kontain pluralisme," ujar Boni.

Salah satu peraih penghargaan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, mengatakan bahwa penghargaan terhadap pluralisme jangan sampai dilepaskan dalam nilai-nilai kehidupan masyarakat.

Keadaan Indonesia sebagai bangsa yang majemuk harus terus dimaknai dengan perbuatan-perbuatan yang menjunjung tinggi keberagaman.

Begitu juga, kata Jokowi, dalam pemberian kesempatan kepada setiap warga Indonesia yang harus menjunjung tinggi keadilan, tanpa ada diskriminasi berdasarkan etnis, agama, dan ras.

Ketua Ulama Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama yang juga peserta konvensi bakal calon Presiden Partai Demokrat, Ali Masykur Musa, mengatakan bahwa bukan Indonesia jika bukan pluralis.

"Setiap perbuatan masyarakat Indonesia jika dilandasi keikhlasan, seharusnya tidak perlu ditindaklanjuti lagi dengan pandangan perbedaan agama, etnis, dan lain-lain," ujarnya.

Dalam pemberian penghargaan oleh LPI tersebut, Jokowi dan Ali Masykur Musa menerima langsung penghargaan itu, sedangkan empat tokoh lainnya, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, politikus Partai Hanura Harry Tanusoedibjo, dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh diwakilkan oleh kader dari partainya masing-masing. (Ant)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home