Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Francisca Christy Rosana 12:48 WIB | Selasa, 24 Maret 2015

Kabel Tembaga di DKI akan Diganti Fiber Optik

Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat bertemu PT Telkom dan Kadis Bina Marga Yusmada Faizal di Balai Kota, Jakarta Pusat untuk membicarakan perihal penggantian kabel tembaga dengan fiber optik, Selasa (23/3) siang. (Foto: Francisca Christy Rosana)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Perkembangan internet maju kian pesat. Sayangnya di Indonesia, khususnya di kota besar seperti di Jakarta dengan kebutuhan internet yang tinggi,  infrastrukturnya belum memenuhi kapasitas broadband yang dibutuhkan.

Direktur Konstruksi PT Telkom Akses Lukman Iskandar Soleman pun mengungkapkan akan mengganti jaringan kabel tembaga dengan fiber optik sehingga bisa meningkatkan kemampuan internet .

“Ini mendesak dilakukan karena kalau masih pakai tembaga tidak akan mendukung kapasitas broadbrand yang diinginkan dan tidak akan maksimal. Paling tinggi kalau pakai tembaga hanya dua megabytes per second, padahal kalau kita ingin pakai TV kabel, dengan kabel tembaga itu tak akan mampu menyalurkan informasi yang dibutuhkan,” ujar Lukman kepada satuharpan.com seusai melakukan audiensi bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Kantor Gubernur, Jakarta Pusat, Selasa (24/3) siang.

Menurut Lukman, sebetulnya penggantian jaringan tembaga ke fiber optik ini sudah harus selesai tahun lalu, namun terkendala dengan masalah perizinan.

Pihak Pemprov DKI meminta PT Telkom dengan jaringan-jaringan lain melakukan koordinasi sehingga jaringan satu dan lainnya bisa terintegrasi, bahkan dengan PDAM, gas, dan PLN pun dapat teintegrasi.

Djarot pun mengatakan tak ingin ada pihak-pihak yang berkali-kali melakukan penggalian jalan karena penanaman fiber optik ini tentu memerlukan penggalian lahan.

“Sebaiknya terintegrasi dengan yang lain supaya kita tidak menambah penderitaan rakyat Jakarta. Jadi hal-hal yang harus dipertimbangkan PT Telkom yakni jangan sampai galian-galian itu menambah beban kemacetan. Kedua jangan sampai merusak. Ketiga sebaiknya terintegrasi dengan yang lain sehingga kita punya peta integrasi,” ujar Djarot kepada pihak PT Telkom.

Sementara itu, lingkup pekerjaan yang direncakan ialah penanaman kabel sepanjang 974 km (10 persen dari galian, 90 persen rute eksisting, 900 manhole, & hole eksisting. Selanjutnya pemasangan kabinet sebanyak 1.222 buah (pergantian jaringan kabel tembaga ke fiber optik), penarikan kabel udara sebanyak 4.260 km untuk mengcover 671.896 rumah dan gedung, dan migrasi pelanggan eksisting sebanyak 587.824 pelanggan.

Namun, penanaman  fiber optik ini tidak dilakukan di seluruh wilayah di Jakarta, namun hanya di titik-titik tertentu seperti Gambir, Cikini, Kemang, Pulo Gebang, dan beberapa wilayah lainnya.

“Sebenarnya bukan semua yang di sini (Jakarta, Red) kami yang bangun. Memang 50 persen kami yang bangun, tapi lainnya diberikan ke PT lain. Yang kami bangun di Jabodetabek ada 18 STO (Sentral Telepon Otomat),” ujar Lukman.

Setelah ditanam fiber optik ini, Lukman memastikan keuntungan pengguna internet akan lebih terasa. Di beberapa taman seperti di Monas pun nantinya akan dipasang Wifi gratis.

“Bukan hanya Wifi gratis saja. Kemampuan serat optik juga akan membangun smart city, dia bisa mengintegrasikan semua lampu merah yang ada di Jakarta, jadi kita tahu seharusnya lampu merah di wilayah-wilayah yang ingin kita tuju sedang merah atau hijau,” Lukman menjelaskan.

Di kota-kota penyangga seperti di Depok, penggantian jaringan kabel tembaga menjadi fiber optik ini telah dilakukan tahun lalu, bahkan kini telah mencapai 80 persen target. 

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home