Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 10:45 WIB | Kamis, 10 September 2015

Kabut Asap di Barito Utara Semakin Parah

Sejumlah pelajar sekolah berjalan melintasi kawasan yang dipenuhi kabut asap tebal di Kalimantan Barat, 28 Agustus 2015. (Foto: Antaranews/Sheravim)

MUARA TEWEH, SATUHARAPAN.COM - Kabut asap akibat kebakaran lahan yang melanda wilayah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, semakin parah, dengan jarak pandang hanya 30 meter pada Kamis (10/9) pagi.

"Kabut asap pagi ini semakin tebal, disertai dengan embun, sehingga jarak pandang sangat terbatas dan membuat sesak napas," kata seorang warga Muara Teweh, Pery, pada Kamis.

Kepala Kelompok Tenaga Teknis pada Stasiun Meteorologi Beringin Muara Teweh, Sunardi, mengatakan jarak pandang permukaan pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WIB mencapai 30 meter dan pukul 08.15 WIB asap berkurang dan jarak pandang menjadi 100 meter dengan jarak pandang vertikal antara 180 feet.

"Kabut asap ini bertambah parah dibanding hari kemarin, karena angin hanya berkecepatan sedang," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Elpi Epanop, mengatakan kegiatan belajar saat ini masih dilakukan namun pihaknya telah membuat surat edaran terkait pengunduran jam belajar bagi pelajar SMP dan SMA di daerah itu.

"Pengunduran jam belajar itu diperkirakan mulai efektif besok, karena saat ini kami mengajukan surat edaran itu kepada Bupati Barito Utara Nadalsyah," katanya.

Dijadwalkan pengunduran jam belajar dari pukul 07.00 WIB ke 08.00 WIB, atau menyesuaikan dengan kebijakan sekolah masing-masing.

"Untuk anak taman kanak-kanak dan SD sampai kelas VI, kami akan meliburkan mereka, karena kondisi usia anak itu rawan terhadap penyakit yang disebabkan asap ini," kata dia.

Kepala Bagian Umum Pemkab Barito Utara, Eveready Noor, mengatakan akibat kabut asap semakin tebal ini pihaknya meniadakan apel pagi di kantor bupati setempat. "Untuk senam pagi hari Jumat  juga untuk sementara diliburkan," katanya.

Penanganan Darurat Bencana Asap di Jambi

Sementara itu, update penanganan darurat becana asap akibat kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Jambi, Selasa (8/9) pukul 21.59 WIB seperti dikutip dari laman bnpb.go.id sebagai berikut:

Pantauan satelit tanggal 8 September 2015, berdasarkan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA-18) ada 9 titik api, yaitu di Kabupaten Batanghari 1, Bungo 1, Muaro Jambi 3, Sarolangun 1, Tebo 3. Sedangkan indeks standar pencemar udara (Ispu) Kota Jambi 291 (sangat tidak sehat), jarak pandang Jarak pandang pukul 20.00 WIB horizontal 2.200 m (berasap).

Telah dilakukan operasi udara (water bombing) di wilayah Medak Kabupaten Muaro Jambi, dengan menggunakan Heli MI-171 : 1 sorti, 26 kali boombing, dan menggunakan Super Puma : 1 sorti, 48 kali boombing, di wilayah Jebus dan Londrang (Kabupaten Muaro Jambi).

Adapun operasi darat dilakukan di wilayah Kabupaten Muaro Jambi di Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat di Kecamatan Pematang Lumut, Kabupaten Tanjung Jabung Timur di Kecamatan Sadu, Nipah, Berbak, Dendang, Mendahara Ulu.

Ada lima perusahaan perkebunan di wilayah Muaro Jambi yang meminjamkan peralatannya kepada pasukan TNI /Polri untuk mendukung pemadaman darat. Pesawat air traktor untuk water bombing dari Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan (LHK) telah tiba hari Selasa (8/9) di Jambi.

Apabila kondisi jarak pandang Bandara Sultan Thaha tidak memungkinkan untuk penerbangan heli, maka operasional heli water bombing akan menggunakan helipad PT WKS (Sinarmas Group).

Saat ini terjadi kendala operasi darat, yakni lokasi sulit dijangkau, peralatan terbatas, juga sumber air terbatas.

Anak sekolah dari TK sampai dengan SMU sudah diliburkan sejak Selasa (8/9). (Ant/bnpb.go.id)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home