Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 11:52 WIB | Senin, 07 September 2015

Kabut Asap di Sumatera Akibatkan Jarak Pandang Terganggu

Kabut Asap di Sumatera Akibatkan Jarak Pandang Terganggu
Pengendara menembus kabut asap yang menyelimuti Jalan Marsda Surya Dharma, Kenali Asam Bawah, Jambi, Jumat (4/9). Dinas Kesehatan Kota Jambi mencatat jumlah penderita infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) akibat kabut asap dan kemarau di kota itu sepanjang 2015 telah mencapai 84.351 orang dan diperkirakan terus meningkat menyusul bertambah pekatnya kabut asap saat angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) telah berada di atas 200 atau Sangat Tidak Sehat. ANTARA FOTO/ Wahdi Septiawan
Kabut Asap di Sumatera Akibatkan Jarak Pandang Terganggu
Sejumlah pengendara menembus kabut asap yang menyelimuti Jembatan Batanghari II di Jambi, Minggu (6/9). Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Jambi menyebutkan dalam empat hari terakhir kualitas udara akibat kabut asap di kota itu bergerak fluktuatif antara tidak sehat dan sangat tidak sehat dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) antara 162 sampai di atas 200. ANTARA FOTO/ Wahdi Septiawan
Kabut Asap di Sumatera Akibatkan Jarak Pandang Terganggu
Petugas pemadam kebakaran dibantu personil TNI dan Polri berusaha memadamkan lahan gambut yang terbakar di Rimbo Panjang, Kampar, Riau, Sabtu (5/9). Pemerintah propinsi Riau terus berupaya memadamkan lahan dan hutan yang terbakar baik pemadaman udara maupun darat, agar kabut asap tidak terus meluas. ANTARA FOTO/ Rony Muharrman
Kabut Asap di Sumatera Akibatkan Jarak Pandang Terganggu
Sejumlah calon penumpang mengantre untuk mendapatkan pengembalian uang tiket di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, Kamis (3/9). Komite Operator Maskapai Penerbangan (Airlines Operator Comitte/AOC) mempertimbangkan untuk menghentikan semua layanan penerbangan di Bandara Pekanbaru untuk menghindari kerugian akibat kabut asap kebakaran yang terus mengganggu aktivitas penerbangan. ANTARA FOTO/ FB Anggoro
Kabut Asap di Sumatera Akibatkan Jarak Pandang Terganggu
Sejumlah pengendara melintasi Jembatan Siak saat asap pekat menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Senin (7/9). BMKG Stasiun Pekanbaru menyatakan kabut asap kebakaran lahan dan hutan pada Senin (7/9) makin pekat sehingga mengakibatkan jarak pandang di sebagian Provinsi Riau menurun berkisar 50 meter hingga 800 meter.
Kabut Asap di Sumatera Akibatkan Jarak Pandang Terganggu
Sejumlah helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) parkir di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Kamis (3/9). Satgas Siaga Darurat Kebakaran Lahan dan Hutan Riau menyatakan aktivitas pemadaman kebakaran menggunakan helikopter dan pesawat dari udara terkendala jarak pandang yang menurun drastis tinggal 200-400 meter akibat pekatnya kabut asap.
Kabut Asap di Sumatera Akibatkan Jarak Pandang Terganggu
Deretan kereta dorong tidak terpakai karena aktivitas penerbangan yang terhenti di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, Kamis (3/9). Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru selama dua hari terakhir lumpuh akibat pekatnya kabut asap kebakaran lahan dan hutan yang dinilai membahayakan karena jarak pandang yang sangat terbatas.

PEKANBARU, SATUHARAPAN.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan jarak pandang di Kabupaten Pelalawan hanya berkisar 50 meter. Hal itu disampaikan Kepala BMKG Pekanbaru Sugarin pada hari Senin (7/9) terkait dengan kabut asap yang melanda pulau Sumatera sejak dua pekan ini.

Kabut asap terjadi disejumlah provinsi di Sumatera akibat kebakaran lahan dan hutan. BMKG Pekanbaru mencatat asap tebal masih terus terjadi tidak hanya di Pekanbaru, namun juga di kota Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Jambi dengan jarak pandang berkisar 200 meter dan untuk kota Dumai, Provinsi Riau tercatat sekitar 800 meter.

Berdasarkan citra satelit Terra dan Aqua terdapat 45 titik panas terdeteksi di tujuh Kabupaten di Provinsi Riau. Sementara di Kabupaten Pelalawan terdapat 12 titik panas dan Indragiri Hulu terdeteksi 10 titik panas. Dari 45 titik panas tersebut, BMKG memastikan 27 diantaranya merupakan titik api terindikasi adanya kebakaran hutan dan lahan dengan tingkat kepercayaan 70 persen.

Akibat kabut asap sejumlah aktivitas masyarakat mulai resah dan menganggu. Para warga di kota Jambi dan Riau terpaksa harus mengenakan masker setiap harinya untuk beraktivitas. Sementara pada hari Kamis (3/9) sejumlah maskapai penerbangan melalui Komite Operator Maskapai Penerbangan mempertimbangkan untuk menghentikan seluruh layanan penerbangan di Bandara Pekanbaru akibat kabut asap.

Berikut dampak kabut asap menyelimuti kota Jambi dan Riau yang menganggu aktivitas masyarakat selama dua pekan terakhir ini. (Ant)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home