Loading...
HAM
Penulis: Sabar Subekti 14:50 WIB | Rabu, 22 Juli 2015

Kapal Bantuan Pangan Pertama Berlabuh di Yaman

Kapal MV Han Zhi berlabuh di Aden, Yaman, Selasa (21/7), membawa bantuan makanan dari WFP untuk 180.000 orang selama satu bulan. Ini kapal bantuan pertama yang bisa berlabih sejak perang meletus pada Maret lalu. (Foto: WFP / Ammar Bamatraf)

ADEN, SATUHARAPAN.COM – Badan pangan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengumumkan bahwa kapal pertama yang membawa bantuan pangan telah tiba di pelabuhan Aden, Yaman sejak konflik pertama meletus pada bulan  Maret.

World Food Programme (WFP) pada hari Selasa (21/7) mengumumkan pihaknya telah berulang kali mencoba untuk menjangkau sejumlah besar orang di negeri itu yang semakin putus asa akibat pertempuran sengit dan terus memakan korban warga sipil. namun baru kali ini kapal bantuan bisa berlabuh.

"Dalam beberapa hari mendatang kami berharap untuk menjangkau lebih banyak orang, tidak hanya di Aden tetapi di seluruh Yaman," kata Muhannad Hadi, Direktur Regional WFP untuk Timur Tengah, Afrika Utara, Asia Tengah dan Eropa Timur.

Sementara itu, dalam laporan terbaru tentang jumlah korban pertempuran, Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) melaporkan bahwa setidaknya 165 warga sipil, termasuk 53 anak-anak dan 23 perempuan, tewas dalam kurun  tanggal 3 - 15 Juli, dan 210 orang lain terluka selama periode itu.

"Sebagian besar korban dilaporkan akibat serangan udara, namun warga sipil juga terluka dan dibunuh oleh tembakan mortir dan dalam pertempuran jalanan," kata Juru Bicara OHCHR, Rupert Colville di Jenewa, Swiss.

"Total korban tewas sejak Maret 26 setidaknya 1.693 warga sipil, dengan 3.829 lain cedera," kata Colville.

3 Pekan Menunggu

Kapal MV Han Zhi yang berlabuh di Aden itu membawa 3.000 metrik ton makanan yang diperkirakan cukup untuk memberi makan 180.000 orang selama satu bulan. Kapal berangkal dari Al-Buraiqa.

Sebenarnya kapal telah tiba di Aden pada 26 Juni, namun dipaksa menunggu selama tiga pekan untuk menunggu situasi aman untuk berlabuh, menurut badan tersebut.

Menurut Badan Pangan PBB itu, jumlah orang yang mengalami rawan pangan di Yaman mendekati 13 juta jiwa, termasuk lebih dari enam juta orang yang tidak bisa hidup tanpa bantuan dari luar. (un.org)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home