Loading...
RELIGI
Penulis: Sabar Subekti 16:17 WIB | Jumat, 07 November 2014

Katolik dan Lutheran Akan Peringati 500 Tahun Reformasi Gereja

Tahun 2017 juga untuk memperingati 50 tajhun dialog ekumenis Gereja Katolik Roma dan Gereja Lutheran.
Pimpinan LWF dan Gereja Katolik membahas peringatan 500 tahun reformasi Gereja. (Foto: LWI)

ROMA, SATUHARAPAN.COM -  Gereja Katolik Roma dan Gereja-gereja Lutheran akan merayakan peringatan 500 tahun  Reformasi Gereja dan 50 tahun dialog internasional antara keduanya pada 2017. Acara ini dinilai penting mengingat konflik yang dimulai di Eropa setelah Reformasi Gereja, sekaligus membangun harapan bagi persatuan yang lebih dalam antara keduanya.

Kardinal Kurt Koch, Presiden Dewan Kepausan untuk Persatuan Umat Kristen (PCPCU) bertemu dengan pemimpin Lutheran World Federation (LWF) gereja-gereja anggotanya  di Eropa, pada pertemuan regional di Roma,  akhir Oktober lalu.

Dalam diskusi panel tentang dimensi ekumenis berkaitan ulang tahun ke-500 Reformasi Gereja pada tahun 2017, Koch menekankan betapa pentingnya bagi umat Katolik untuk merenungkan apa artinya peringatan ini.

"Di masa lalu, misalnya, tanggal 31 Oktober pada 1517 ketika Luther menyampaikan kepada  publik 95 tesis tentang indulgensi, digunakan dan dianggap sebagai anti-Katolik. Hari ini, bagaimanapun, sejarawan mengatakan bahwa pada tahun 1517 Luther masih bisa dianggap seorang Katolik. Ini adalah poin penting bagi kami," kata Koch.

Presiden PCPCU itu kemudian menunjukkan tiga elemen utama untuk peringatan ekumenis pada 2017 dari sudut pandang Gereja Katolik. Pertama, tanggal tersebut juga akan menandai 50 tahun dialog antara Gereja Katolik Roma dan LWF. "Ekspresi yang paling signifikan dari dialog ini adalah Deklarasi Bersama tentang Doktrin Pembenaran (ditandatangani pada tahun 1999). Ini adalah dokumen, yang saya harap, suatu hari akan diikuti oleh pernyataan bersama mengenai gereja, Ekaristi dan pelayanan," katanya.

Kedua, dalam rangka untuk memenuhi syarat ekumenis, jubilium Reformasi harus menjadi kesempatan peringatan krisis dan rekonsiliasi mengingat memori konflik lahir dari Reformasi. Peringatan 2017 juga akan menjadi tanda harapan tentang persatuan yang lebih dalam antara Katolik Roma dan Lutheran. "Harapan untuk menyaksikan bersama-sama masyarakat dari zaman kita, kehadiran Allah di dunia," tambahnya.

Diskusi panel dipimpin Bishop Württemberg, Dr Frank O. Juli, yang juga Wakil Presiden LWF untuk Eropa Tengah dan Barat. Dia menyampaikan persiapan peringatan 500 tahun Reformasi  Gereja dan implikasi ekumenis di tiga negara yang berbeda.

Hal itu dilakukan di Swedia, di mana Gereja Lutheran adalah mayoritas, di Polandia, di mana Lutheran adalah minoritas, dan di Jerman, di mana ada keseimbangan numerik substansial antara Katolik dan Lutheran.

Kegiatan itu akan dikemas dengan ditandai dokumen ‘’ari Konflik ke Komuni’’, yang disiapkan oleh Gereja Lutheran – Gereja Katolik Roma. Di Swedia, kata Pendeta Kristin Molander, kepala kantor untuk urusan Ekumenis Gereja Swedia, refleksi dilakukan oleh kelompok-kelompok ekumenis kecil di tingkat paroki dengan tujuan membawa dialog dari kelembagaan dan dimensi akademik untuk keanggotaan dua gereja.

Dr Iwona Baranevic dari Gereja Injili di Polandia, menjelaskan bahwa di negaranya, Gereja Lutheran memimpin promosi tema: Dari Konflik untuk Komuni, termasuk menerjemahkan ke dalam bahasa Polandia, dan mengundang perwakilan dari Gereja Katolik Roma ke acara ekumenis. (LWI)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home