Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 17:35 WIB | Selasa, 27 September 2022

Kazakhstan Tidak Akan Akui Aneksasi oleh Rusia Atas Ukraina Timur

Sekelompok orang Rusia berjalan setelah melintasi perbatasan di Verkhny Lars antara Georgia dan Rusia di Georgia, Selasa, 27 September 2022. Antrean panjang kendaraan telah terbentuk di perbatasan antara wilayah Ossetia Utara Rusia dan Georgia setelah Moskow mengumumkan sebagian militer mobilisasi. Sehari setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan mobilisasi parsial untuk memperkuat pasukannya di Ukraina, banyak orang Rusia meninggalkan rumah mereka. (Foto: AP/Zurab Tsertsvadze)

ALMATI, SATUHARAPAN.COM-Kazakhstan, salah satu mitra dekat Rusia dan bekas negara bagtian Soviet Rusia, menyatakan tidak akan mengakui kemungkinan aneksasi wilayah timur Ukraina oleh Rusia melalui referendum yang diadakan di sana.

Iu dikatakan kementerian luar negeri negara Asia Tengah itu, hari Senin (26/9).

Pemungutan suara berlangsung di empat wilayah Ukraina yang sebagian besar dipegang oleh pasukan Rusia, awal dari rencana Presiden Vladimir Putin untuk mencaplok sebagian besar Ukraina yang menurut Barat merupakan pelanggaran hukum internasional yang secara signifikan meningkatkan perang di negara itu. Rusia menyebut tindakannya di Ukraina sebagai “operasi militer khusus.”

"Adapun penyelenggaraan referendum ... Kazakhstan berpegang pada prinsip-prinsip integritas teritorial negara, kesetaraan kedaulatan dan hidup berdampingan secara damai," kata juru bicara kementerian Aibek Smadiyarov.

Presiden Kazakh, Kassym-Jomart Tokayev, telah berulang kali menyerukan penyelesaian konflik Ukraina sesuai dengan piagam PBB.

"Kami menegaskan kembali kesiapan kami untuk memberikan semua bantuan yang mungkin untuk pembentukan dialog politik," kata Smadiyarov. “Pada saat yang sama, negara kami percaya bahwa menjaga stabilitas di tingkat regional atau global adalah tujuan yang paling penting.” (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home