Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 17:56 WIB | Selasa, 05 Agustus 2014

Kennedy Pernah Diselamatkan dengan Pesan pada Kelapa

Buah kelapa dengan tulisan pesan yang berperan menyelamatkan Kennedy di simp0an di museum. (Foto: Ist)

KEPULAUAN SOLOMON, SATUHARAPAN.COM -  John F. Kennedy, mantan Presiden Amerika Serikat, pernah diselamatkan pada Perang Dunia Kedua dengan pesan yang ditulis pada sabut kelapa yang dibawa oleh penduduk desa di Kepulauan Solomon.

Namun warga Kepulauan Solomon  yang pernah  membantu menyelamatkan mantan Presiden Amerika Serikat, John F. Kennedy itu baru saja meninggal dunia pada usia 93 tahun. Demikian disampaikan keluarganya, hari Senin (4/8).

Eroni Kumana, nama orang itu, membantu menyelamatkan Kennedy muda yang tengah dinas dalam militer  ketika kapal perusak Jepang menenggelamkan kapal patroli  AS di Pasifik selama Perang Dunia II.

Eroni Kumana dan rekan dari kepulauan itu, Buiku Gasa, tengah mendayung  sebuah perahu pada tahun 1943 ketika mereka menemukan Kennedy yang menderita cedera. Ketika itu Kennedy berpangkat  letnan pada Angkatan Laut AS. Dia bersama anggota krunya terdampar di sebuah pulau karang atol.

Untuk mengenang bantuan dua orang ini,  Kennedy yang kemudian menjadi presiden ke-35 Amerika Serikat, menggunakan batok kelapa digunakan sebagai pemberat kertas di meja kerjanya di  Gedung Putih.

Anak Kumana, Esori mengatakan,  ayahnya meninggal dikelilingi oleh anggota keluarga pada hari Sabtu (2/8) dalam usia 93, dan dikuburkan di pulau di dekat rumahnya Ronongga, pada hari Senin.

"Itu sangat menyedihkan,  (tapi) dia hidup dengan penuh semangat dan kami bangga padanya," kata dia kepada AFP melalui telepon dari pulau itu. Penduduk desa menyiapkan upacara untuk menghormati Kumana.

Pesan dengan Batok Kelapa

Perahu yang digunakan Kennedy,  PT-109, ketika itu  sedang melakukan patroli malam hari ketika kapal perusak Jepang tiba-tiba muncul dari kegelapan dan menghancurkan kapal dengan setengah terbuat dari kayu, menurut majalah Smithsonian.

Bahan bakar dari kapal  tumpah ke dalam air dan membakar kapal. Hal itu menyebabkan pihak AS dan kapal Jepang, serta lainnya menganggap 13 orang di kapal itu semua meninggal di perairan yang penuh ikan hiu.

Namun  11 dari mereka masih hidup, dan ketika fajar menyingsing Kennedy memimpin krunya  untuk berenang sejauh lima kilometer (tiga mil) menggunakan potongan kayu perahu menuju ke karang atol.

Kennedy, yang menderita akibat tulang belakangnya pecah,  menarik awak lain yang mengalami terbakar parah di belakangnya selama maraton renang itu.

Akhirnya mereka ditemukan oleh Kumana dan Gasa yang tengah melintasi dengan perahu mereka. Keduanya membantu mengumpulkan makanan untuk kru dan Kennedy,  mengirim pesan agar mereka mendapatkan bantuan.

Pesan itu terukir pada sabut kelapa, dan tertulis: "Komandan kepulauan Nauru / penduduk asli desa tahu / dia dapat memandu  / 11 hidup / perlu kecil perahu / Kennedy.”

Setelah diselamatkan, Kennedy mengambil kelapa itu dan membungkusnya dalam plastik. Dia menggunakannya sebagai pemberat kertas sepanjang karir politiknya pasca-perang. Benda itu  masih dipamerkan di Museum Kennedy di Boston.

Kumana dan Gasa pernah diundang oleh Kennedy pada tahun  1961 ketika dia mengambil sumpah sebagai Presiden,  tetapi tidak bisa melakukan perjalanan ke Washington. Kennedy meninggal karena dibunuh pada tahun 1963. Sedangkan Buiku Gasa meninggal pada November 2005. (AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home