Loading...
SAINS
Penulis: Reporter Satuharapan 13:06 WIB | Rabu, 03 September 2014

Komunitas Game Inggris Lawan Diskriminasi Perempuan

Anita Sarkeesian mendapat ancaman mati setelah merilis seri video tentang kebencian perempuan (misogyny) di video game. (foto : feminist frequency/bbc.com)

LONDON, SATUHARAPAN.COM – Lebih dari 2.000 orang telah menandatangani surat terbuka untuk mengakhiri diskriminasi perempuan di industri game Selasa,(2/9).

Surat itu sebagai respons terhadap ancaman mati yang diterima akademisi feminis Anita Sarkeesian setelah ia merilis seri video yang menggambarkan kebencian perempuan (misogyny) di dunia game.

Ia mengatakan telah mengontak polisi dan terpaksa meninggalkan rumah. Sarkeesian menyebut ancaman itu sebagai bentuk “terorisme”.

Surat itu menyerukan: “Bahwa setiap orang , tidak peduli gender, orientasi seksual, etnis, agama atau kelompok difabel memiliki hak untuk menikmati game dan mengkritik setiap game yang memiliki konten mengancam dan diskriminatif.

Surat terbuka digagas oleh pengembang game Andreas Zecher dari studio game independen Spaces of Play, yang mendorong orang untuk melaporkan konten kekerasan dalam game melalui Facebook dan Twitter. Beberapa pengembang game utama, seperti Electronics Arts dan Ubisoft telah menandatangani surat terbuka ini.

Pada 25 Agustus, Anita Sarkeesian, yang mendirikan situs Feminist Frequency, merilis seri video tentang penggambaran perempuan dalam video game.Dalam seri video itu, Sarkeesian mengungkapkan kritik terhadap karakter perempuan dalam video game, yang selalu menjadi obyek seksual dan kecabulan. Dalam dua hari setelah rilis seri video ia mendapatkan ancaman mati di Twitter terkait kritik tentang video game.

Anita Sarkeesian merupakan akademisi yang meraih Game Developers Choice Ambassador Award awal tahun ini. Penghargaan yang diberikan kepada seseorang yang dianggap membantu kemajuan industri game ke tempat yang lebih baik. (bbc.com)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home