Loading...
SAINS
Penulis: Sotyati 12:35 WIB | Senin, 14 April 2014

Kunci Jawaban UN Bocor, Gubernur Minta Polisi Telusuri

Pengamanan soal ujian melibatkan peran serta polisi, seperti dilakukan di Sukarame, Tasikmalaya. (Foto: polseksukarame.blogspot.com)

BANDUNG, SATUHARAPAN.COM - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Mochammad Iriawan menelusuri bocoran kunci jawaban soal ujian nasional (UN) SMA yang beredar melalui jejaring sosial, dan telah dilaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Wahyudin Zarkasih.

"Biasa, ada orang iseng di sosmed (sosial media) yang menyebar kunci jawaban. Saya minta (kepada Kapolda Jabar) usut pelakunya karena meresahkan," kata Ahmad Heryawan ketika meninjau pelaksanaan UN di SMAN 1 Kota Bandung, Senin (14/4).

Pihaknya mengapresiasi siswa yang berani melaporkan temuan kunci jawaban soal UN SMA kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wahyudin Zarkasih.

"Siswa yang lapor menemukan kunci jawaban itu perlu diapresiasi. Unik, malah siswa yang melaporkan. Itu bagus, meskipun di sosmed ada beredar, Alhamdulilah tidak terpengaruh," ujar Heryawan.

Dia berpendapat, sistem UN 2014 sulit dimanipulasi atau dicurangi karena sistemnya sudah bagus.

"Ketika di ruang ujian ada 20 orang siswa. Masing-masing siswa mengerjakan satu soal dan itu jenisnya berbeda dengan siswa lain, sehingga tidak ada contek-contekan," kata dia.

Karena itu, dia mengimbau agar siswa-siswi tidak mudah terpengaruh dengan bocoran kunci jawaban soal UN. "Bisa saja itu menyesatkan. Dan itu benar, setelah Kadisdik menyelidiki bocoran kunci jawaban tersebut ternyata tidak benar," ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menerima laporan bocoran kunci jawaban soal UN tingkat SMA dan atau sederajat. Bocoran soal tersebut beredar melalui jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.

Malam sebelumnya, kata Kadisdik, seorang siswa di Kota Bandung melapor menerima kunci jawaban soal UN di dunia maya. Dari keterangan siswa tersebut, bocoran kunci jawaban tersebut telah beredar di dunia maya sejak Minggu (13/4) siang.

"Dari Minggu siang itu sudah ramai di dunia maya, sorenya siswa tersebut lapor ke saya," ujar dia. (Ant)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home