Loading...
EKONOMI
Penulis: Sabar Subekti 09:41 WIB | Sabtu, 09 Oktober 2021

Lebanon: Krisis Ekonomi, Tapi Elite Tercatat di Pandora Papers

Lebanon: Krisis Ekonomi, Tapi Elite Tercatat di Pandora Papers
Nasabah bank memegang poster Riad Salameh, gubernur Bank Sentral Lebanon, kanan, dan Makram Sadir, sekretaris jenderal Asosiasi Bank di Lebanon, dengan tulisan Arab yang berbunyi: "Mencuri masa depan saya," selama protes di depan Bank Sentral di Beirut, Lebanon, Rabu, 6 Oktober 2021. Puluhan warga Lebanon berkumpul di luar sebuah bank di pusat kota Beirut menuntut agar mereka diizinkan untuk menarik simpanan mereka yang telah diblokir di tengah krisis keuangan dan ekonomi Lebanon yang parah. (Foto-foto: AP/Bilal Husein)
Lebanon: Krisis Ekonomi, Tapi Elite Tercatat di Pandora Papers
Seorang pria menggunakan ketapel untuk melemparkan batu ke arah bank, saat protes di Beirut, Lebanon, Rabu, 6 Oktober 2021.

BEIRUT, SATUHARAPAN.COM-Sebuah kumpulan dokumen yang bocor mengkonfirmasi bahwa selama bertahun-tahun, para politisi dan bankir Lebanon telah menyimpan kekayaan di surga pajak lepas pantai dan menggunakannya untuk membeli properti mahal. Ini sebuah pengungkapan yang menyakitkan bagi massa Lebanon yang baru saja jatuh miskin, yang terperangkap di salah satu negara dengan krisis ekonomi terburuk dalam beberapa dekade.

Beberapa dari pemegang rekening luar negeri yang baru dikeluarkan adalah milik elite penguasa yang sama yang disalahkan atas keruntuhan dan menyengsarakan kehidupan rakyat biasa Lebanon yang telah kehilangan akses ke tabungan, dan sekarang berjuang untuk mendapatkan bahan bakar, listrik, dan obat-obatan.

Nama-nama dalam dokumen yang bocor termasuk gubernur bank sentral lama, tokoh penting dalam kebijakan gagal yang membantu memicu krisis keuangan, serta Perdana Menteri Najib Mikati dan pendahulunya.

Dokumen-dokumen itu, yang diberi nama “Pandora Pappers,” diperiksa oleh Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional, dengan temuan pertama dirilis pada hari Minggu. Laporan ICIJ mengungkap rahasia lepas pantai elite kaya dari lebih dari 200 negara dan wilayah.

Itu didasarkan pada tinjauan terhadap hampir 11,9 juta catatan yang diperoleh dari 14 perusahaan yang menyediakan layanan dalam mendirikan perusahaan lepas pantai dan perusahaan cangkang. Klien dari perusahaan semacam itu sering berusaha menyembunyikan kekayaan dan aktivitas keuangan mereka.

Mendirikan perusahaan lepas pantai tidak ilegal, tetapi memperkuat persepsi bahwa orang kaya dan berkuasa bermain dengan aturan yang berbeda, gagasan yang sangat mengecewakan bagi banyak orang Lebanon. (AP)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home