Loading...
INDONESIA
Penulis: Martahan Lumban Gaol 23:35 WIB | Selasa, 20 Oktober 2015

Mars Itu Tak Mempan Digerogoti Penyakit Gugun Gondrong

Gugun Gondrong (kaos berwarna hijau) saat hadir dan foto bersama angkatannya, PL 87, dalam Reuni Akbar SMA Pangudi Luhur Jakarta, hari Sabtu (17/10). (Foto: Facebook Martin Mulwanto)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Peristiwa lima jam lalu, bisa hilang dengan mudah dari ingatan. Tapi mars sekolah tempatnya menyelesaikan pendidikan di tahun 1987, masih tersimpan rapi dalam memori Gugun Gondrong.

Gugun Gondrong atau pemilik nama asli Mohammad Gunawan Hendro Martono adalah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Katolik Pangudi Luhur Jakarta. Publik mengenal Gugun Gondrong sebagai seorang aktor atau pembawa acara. Namun, setelah mengalami radang otak di pertengahan tahun 2008, fisiknya pun mengalami keterbatasan.

Seorang rekannya di SMA Pangudi Luhur dulu, Henry Pangemanan, menceritakan saat ini Gugun sulit berjalan, pandangan kabur, dan hanya bisa melihat sesuatu yang berjarak 30 sentimeter dari matanya. Gugun juga kini menderita penyakit dimensia, kondisi di mana penderitanya hanya bisa mengingat peristiwa yang terjadi lima jam sebelumnya, kecuali peristiwa tersebut menempel kuat dalam memori Gugun.

Dia juga menceritakan, saat ini Gugun masih dalam terapi pengobatan, meskipun menurut para ahli kedokteran kemungkinan sembuh atau normal kembali sangat jauh. Otak Gugun sudah beberapa kali dioperasi, saat ini ada selang yang ditanam dari batang otak menuju dubur untuk menyalurkan nanah yang selalu menggenangi otak Gugun.

“(Gugun) berjalan sulit dan tertatih-tatih, pandangan kabur, dan cuma bisa melihat kurang dari 30 sentimeter. Gugun saat ini juga menderita dimensia atau kehilangan memori ingatan untuk hal yang lewat dari lima jam, kecuali ada yang menempel kuat diingatannya, maka tetap ada memori tersebut,” tulis Henry dalam sebuah postingan di salah satu grup sosial media, hari Selasa (19/10).

Namun, di balik penyakit dan kesulitan yang dialami, Henry melanjutkan, Gugun menunjukkan sikap membanggakan kala hadir dalam acara reuni akbar SMA Pangudi Luhur, hari Sabtu (17/10) lalu. Dalam posisi duduk, Gugun mengambil sikap hormat saat mars sekolah khusus pria itu berkumandang. Hebatnya, Gugun tidak melewatkan satu kata pun dari lirik lagu tersebut.

Dengan kata lain, Gugun masih sangat hafal Mars Pangudi Luhur. “Satu hal yang membanggakan dan mengharukan kami diangkatan 87, saat menyanyikan Mars Pangudi Luhur, Gugun menyanyikan dengan sikap hormat walau sambil duduk dan tidak ada satu kata pun yang terlewat atau tidak dihafal Gugun... Luar biasa...!!!!,” tulis Henry.

“Dari aktor terkenal yang dipuja dan dielu-elukan orang banyak, kini hidup dalam kesepian di tengah penderitaannya. Bahkan, istri tercinta pun sudah meninggalkan Gugun beberapa tahun yang lalu,” dia menambahkan dalam postingan itu.

Melihat kondisi Gugun itu, Henry mengajak rekan-rekan alumni SMA Pangudi Luhur lainnya, dari yang lulus tahun 1968 hingga 2015, berdoa agar Tuhan memberikan Gugun kekuatan melewati cobaan. Bagi keluarga yang merawat, diberikan ketulusan dalam membantu Gugun.

“Mari kita semua berdoa kepada pencipta kita menurut agama dan kepercayaan kita masing-masing, semoga Gugun bisa melewati semua cobaan ini dan juga diberikan kekuatan untuk keluarga serta orang-orang yang merawat Gugun agar bisa dengan tulus membantu Gugun,” ucap Henry.

Gugun di Mata Bambang Pamungkas

Selain dikenal sebagai aktor dan pembawa acara, Gugun adalah salah satu pendiri Jakmania–sebutan untuk pendukung klub sepak bola Persija Jakarta–pada dekade 1990-an. Mantan penyerang Tim Nasional Indonesia, Bambang Pamungkas, mendeskripsikan Gugun sebagai sosok yang penuh semangat, punya gaya bicara nyablak, mudah bergaul, dan suka bercanda. Bahkan, Gugun disebut memiliki pribadi yang unik, tapi penuh daya tarik.

“Hal yang selalu saya ingat dari sosok Gugun adalah rambut gondrongnya yang cenderung awut-awutan, gaya berbicara yang nyablak, mudah bergaul, suka bercanda, dan penuh semangat. Satu hal lagi, manusia satu ini selalu menyelipkan ornament berwarna orange di setiap penampilannya, entah sekadar syal, ikat pinggang, gelang, ataupun ikat rambut,” tulis Bambang sendiri dalam bukunya ‘BEPE20 PRIDE’.

Berbagai peristiwa menarik yang dialami bersama Gugun pun dituliskan Bambang dalam buku tersebut. Hingga akhirnya, Bambang menuliskan “Saat ini, Gugun Gondrong mungkin tidak tampak seperti dulu lagi. Pribadi yang nyablak, mudah bergaul suka bercanda, dan energik itu mungkin sudah tidak dapat kita temukan lagi pada dirinya. Akan tetapi, satu hal yang tidak akan pernah hilang dari sosok Gugun Gondrong adalah semangat yang berkobar-kobar serta jiwa pejuang yang senantiasa ada hingga saat ini”.

Bambang pun memberi semangat agar Gugun senantiasa berjuang untuk meraih kesembuhan secara utuh. Pesepakbola yang senang mengenakan nomor punggung 20 itu pun yakin akan ada cahaya terang di ujung lorong yang dilalui Gugun saat ini.

“Tetap semangat, sahabatku…!!! Gue masih bisa liat api semangat itu di mata loe. Dan, gue yakin, jika api itu kagak akan pernah padam. Loe ude ngejalanin semuanye dengan luar biasa. Pada akhirnya nanti, gue yakin loe pasti bisa ngelewatin semuanye dengan baik dan kite bisa ketawa-ketawa lagi,” tulis Bambang mengakhiri tulisan berjudul ‘Resurecting The Champ’.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home