Loading...
SAINS
Penulis: Reporter Satuharapan 16:44 WIB | Minggu, 05 Februari 2017

Menkes: Kampanye "Pupil Putih" Bisa Cegah Kebutaan

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek di halaman Masjid Atta Darut, Pidie Jaya, Aceh, Jumat (9/12/2016). (Foto: Antara)

BANDUNG, SATUHARAPAN.COM - Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek menuturkan Kampanye Gerakan Deteksi Dini White Pupil atau pupil mata putih harus dioptimalkan karena kampanye tersebut bisa mencegah kebutaan pada anak-anak.

"Pupil (mata) putih itu bukan hanya katarak pada anak-anak, tapi salah satu sebabnya adalah kanker," kata Nila Farid Moeloek, usai menghadiri puncak acara HUT ke-108 RS Pusat Mata Nasional Cicendo di Bandung, hari Minggu (5/1).

Menurut Menkes, white pupil ini merupakan tanda bahaya dan bukan hanya dapat mengancam penglihatan namun juga mengancam kehidupan atau nyawa seseorang.

"Katarak itu di tengah mata kita ada lensa. Lensa itu kalau katarak warnanya jadi putih seperti uban. Kalau ada putih bisa kita operasi. Jadi putih pada pupil itu harus menjalani operasi, seperti ibarat kalau lensa kamera, agar menjadi jernih kembali," kata dia.

Menkes menambahkan, melalui kampanye pupil putih ini diharapkan masyarakat lebih mengetahui, menyadari sehingga mampu mendeteksi dini adanya katarak, bahkan retinoblastoma di dalam mata seorang anak. 

Retinoblastoma merupakan tumor ganas mata yang sering terjadi pada anak. Leukocoria (pupil putih) atau seperti "mata kucing" merupakan tanda klinis awal yang tersering ditemukan oleh orang tua atau orang-orang di sekitar pasien. 

Insidensi retinoblastoma berkisar 1:16.000 dan 1:18.000 kelahiran hidup.

"Terlihat warna putih pada pupil matanya, seperti mata kucing. Lebih jelas bila pada kondisi ruangan redup/gelap atau pada saat terkena flash lampu kamera," kata Menkes.

Ia menuturkan pendekatan keluarga dalam deteksi dini ini sangat penting dan jika ditemukan tanda white pupil ini atau gangguan penglihatan lainnya, segera periksakan anggota keluarga ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk dilakukan tindakan guna menghindarkan dari risiko kebutaan.

Lebih lanjut ia mengatakan setiap 60 detik, satu anak di seluruh dunia menjadi buta, padahal 80 persen penyebab kebutaan pada anak bisa dicegah melalui pemeriksaan dan tindakan segera. 

"Oleh karena itu, deteksi dini white pupil (pupil putih) menjadi hal yang sangat penting dalam pencegahan kebutaan pada anak," kata dia.

Ia menambahkan gangguan penglihatan apalagi kebutaan pada anak menimbulkan dampak yang sangat besar pada kehidupan dan masa depan anak itu sendiri.

"Gangguan ketajaman mata atau gangguan refraksi banyak dialami anak-anak bisa mengganggu prestasi belajar mereka," ujar Menkes. (Ant)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home