Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Prasasta Widiadi 19:24 WIB | Rabu, 09 September 2015

Menpora Tunggu Inisiatif Non-Islam Gelar Kompetisi Sepak Bola

Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi saat menutup Festival Olah Raga Usia Dini beberapa waktu lalu. (Foto: Prasta Widiadi)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi menginginkan tidak hanya umat Islam yang memeriahkan dan menggairahkan sepak bola Indonesia lewat Liga Santri Nusantara (LSN) akan tetapi juga umat agama yang lain.

“Silakan, Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olah Raga,red) terbuka kepada semua pihak yang ingin mengadakan kompetisi olah raga, termasuk sepak bola,” kata Imam kepada satuharapan.com, hari Rabu (9/9) setelah dia menjadi Pembina Upacara di Peringatan Hari Olah Raga Nasional (Haornas),  di Lapangan Upacara Kementerian Pemuda dan Olah Raga, Jl. Gerbang Pemuda Senayan, Jakarta.

Imam menyambut dengan tangan terbuka semua pihak yang ingin berkompetisi, selama tujuannya baik.

Menjawab pertanyaan tentang adakah yang sudah mendaftar lagi dari organisasi kepemudaan atau keagamaan lain yang mengajukan proposal kerja sama untuk kompetisi sepak bola ke Kemenpora, dia mengaku masih menunggu.

“Saya denger-denger itu KWI (Konferensi Wali Gereja, red),” kata dia.

Berkaitan dengan Liga Santri Nusantara yang resmi dia buka di Karawang pada hari Minggu (6/9), dia mengatakan kemungkinan besar akan bersama-sama mengevaluasi penyelenggaran kompetisi tersebut setelah final yang akan dilangsungkan November 2015.

“Nanti kita lihat dulu seperti apa, karena tidak menutup kemungkinan akan kita adakan lagi. Karena kalau ada 192 tim (192 pondok pesantren, red) yang berbeda itu tentunya adalah angka yang tidak sedikit,” kata dia.

“Kan pak Presiden  (Joko Widodo, red)  sudah bilang, Mas, kalau bisa perbanyak kompetisi sepak bola,” dia menambahkan.

Beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo saat meresmikan pembukaan Turnamen Sepak Bola Piala Kemerdekaan mendorong lahirnya kompetisi sepak bola sebagai wadah pemain mendapatkan klub-klub yang baik.

"Jadi tugas saya mendorong supaya banyak kompetisi, sekarang ada piala Kemerdekaan, dorong, nanti akhir Agustus ada piala Presiden, dorong," kata Presiden kala itu.

Setelah itu, Jokowi mendorong Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi melalui kompetisi kelompok umur lainnya. Presiden mempersilakan nama kompetisi untuk menampung pemain sepakbola profesional berprestasi.

LSN adalah kompetisi sepak bola antar pondok pesantren di Indonesia. Ketua Panitia Nasional LSN Doddy Iswandi dalam pernyataannya memaparkan tujuan digelarnya Liga Santri yakni menjaring bibit unggul pesepak bola Indonesia  yang berasal dari pesantren. 

Provinsi yang dilibatkan di antaranya Banten, DKI Jakarta, Jabar, Yogyakarta, Jateng, Jatim, NTB, Sulut, Sultra, dan Lampung. Doddy menyebut final akan digelar di Provinsi Jawa Timur, dijadwalkan berlangsung 10 November atau bertepatan pada Hari Pahlawan yang rencananya berlangsung di Stadion Gelora 10 November Surabaya atau Stadion Gelora Delta Sidoarjo.  

Sejumlah pondok pesantren ternama dipastikan berpartisipasi dalam kejuaraan yang digagas Kemenpora dan PBNU tersebut, antara lain Pondok Pesantren Gontor (Ponorogo), Pondok Pesantren Denanyar (Jombang), Pondok Pesantren Bumi Sholawat (Tulangan, Sidoarjo), dan lainnya.

Turnamen yang memperebutkan hadiah utama uang pembinaan Rp100 juta tersebut akan diikuti 192 tim yang berasal dari pondok pesantren di 10 provinsi di Indonesia, dan dibagi menjadi 16 zona. Nantinya juara-juara antar zona lolos ke babak berikutnya dan berhak masuk 16 besar yang dibagi empat grup.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home