Loading...
DUNIA
Penulis: Prasasta Widiadi 06:55 WIB | Selasa, 22 September 2015

Merkel dan Hollande Pidato di Parlemen Eropa Oktober Mendatang

Ilustrasi: Kanselir Jerman Angela Merkel (kemeja kuning), dan Presiden Prancis François Hollande (jas hitam) saat melakukan pertemuan bilateral di Champ-Élysées, Paris, Februari 2015. (Foto: reuters.com)

BRUSSEL, SATUHARAPAN.COM - Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Francois Hollande akan berpidato di hadapan Parlemen Eropa di Strasbourg pada 7 Oktober mendatang dalam pidato pertama oleh pemimpin kedua negara itu sejak 1989.

“Itu merupakan kunjungan bersejarah dalam situasi pelik saat ini. Uni Eropa menghadapi tantangan besar dan membutuhkan komitmen kuat dari para pemimpinnya,” kata Kepala Parlemen Eropa Martin Schulz dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan kunjungan tersebut, di Brussel, Selasa (22/9).

“Itu adalah sinyal penting bahwa komitmen semacam itu akan dibuat di depan para perwakilan Eropa yang dipilih secara demokratis,” tambah Schulz, yang mengundang kedua pemimpin untuk berpidato bersama.

Merkel dan Hollande, pemimpin dua negara dengan perekonomian terbesar di Uni Eropa, memainkan peran penting dalam sederet tantangan yang melanda blok beranggotakan 28 negara itu, mulai dari krisis imigran sampai utang Yunani dan konflik di Ukraina.

26 tahun lalu, Kanselir Jerman Barat Helmut Kohl dan mantan presiden Prancis Francois Mitterand  pernah berpidato bersama di hadapan Parlemen Eropa.

Berkaitan dengan ekspansi migran dari Timur Tengah, tiga negara yakni Jerman, Austria dan Slovakia menyerukan digelarnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Eropa guna membahas krisis imigran.

Kanselir Jerman, Angela Merkel, bersama dengan Kanselir Austria, Werner Faymann, mendesak Presiden Uni Eropa (UE), Donald Tusk, pada hari Selasa (15/9) menyebut penyelenggaraan KTT UE harus digelar pekan depan.

“Waktunya hampir habis, kami tidak bisa menunggu sampai dengan bulan Oktober”, kata Merkel.

Merkel menambahkan KTT tersebut tidak akan secara khusus membahas kuota pengungsi secara nasional untuk negara-negara UE yang saat ini masih ditentang keras oleh beberapa anggota dari negara Eropa bagian timur.

Kanselir Jerman tidak menyambut baik atas ide pemangkasan dana UE bagi negara anggota yang menolak pembagian para pengungsi.  “Ancaman bukanlah cara tepat untuk mencapai kesatuan,” Merkel mengatakan. (AFP).

Ikuti berita kami di Facebook

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home