Loading...
INDONESIA
Penulis: Martahan Lumban Gaol 11:07 WIB | Jumat, 19 Desember 2014

Michael Wattimena: Tanpa SBY, Demokrat Nonsense

Politisi Partai Demokrat Michael Wattimena. (Foto: dok. satuharapan.com/Elvis Sendouw)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Politisi Michael Wattimena menilai Partai Demokrat tanpa figur seorang Susilo Bambang Yudhoyono adalah nonsense.

"Tanpa seorang SBY, Partai Demokrat nonsense," kata dia saat ditemui di Park Hotel, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (18/12).

Menurut dia, setelah melakukan identifikasi pada proses politik yang terbangun di daerah pemilihannya (Papua Barat), ditemukan kesadaran masyarakat bahwa SBY memiliki perhatian besar pada Tanah Papua. "Ada yang berbekas dalam hati mereka, karena sebelum SBY mengakhiri jabatan sebagai Presiden RI, dia mengunjungi Papua. Di sana Pak SBY meresmikan situs gereja, membuka Sail Raja Empat, dan banyak hal lainnya," kata Michael.

"Jadi ini bukan soal keinginan kader Partai Demokrat saja agar Pak SBY jadi ketua umum, tapi simpatisan dan masyarakat juga ikut menaruh ekspektasi tinggi di pundak beliau (SBY)," sosok yang menjadi Wakil Ketua Komisi V DPR itu menambahkan.

Michael berpandangan SBY adalah figur yang sangat penting bagi Partai Demokrat. Karena, begitu banyak prestasi yang diraih partai berlambang mercy tersebut di bawah kepemimpinan Presiden RI keenam itu, bahkan saat diterpa masalah dalam kurun waktu 2009-2014, SBY mampu membawa Demokrat menghuni empat besar hasil Pemilihan Legislatif 2014.

"Demokrat baru berdiri tahun 2001, tapi pada Pemilu Legislatif 2004 kita sudah dapat 7,5 persen dan masuk dalam lima besar," ujar dia.

"Tidak sampai di situ, tahun 2004 juga kami (Demokrat) sukses mengantarkan Pak SBY sebagai Presiden RI pertama lewat pemilihan langsung," Michael menambahkan.

Artinya, lanjut dia, hal itu menegaskan Partai Demokrat tak bisa melepaskan diri dari figur SBY. Sehingga bila Demokrat ingin rebound di Pemilu 2019, tidak ada pilihan selain SBY kembali menjadi ketua umum. "SBY menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2015-2020 adalah harga mati, tak ada pilihan lain," Michael menegaskan.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home