Loading...
INDONESIA
Penulis: Sabar Subekti 09:01 WIB | Sabtu, 09 Maret 2024

MK Akan Selesaikan Sengketa Pilpres 2024 dalam Waktu 14 Hari

Ketua MK, Suhartoyo. (Foto: dok. Ist)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM-Mahkamah Konstitusi (MK) akan memaksimalkan 14 hari kerja untuk menyelesaikan sengketa pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

"MK secara faktual hanya menyampaikan, kami dengan ada hukum acara bahwa harus memutus dalam 14 hari kerja. Kami akan semaksimal mungkin melakukannya,"  kata Ketua MK, Suhartoyo, hari Kamis (7/3/24).

Suhartoyo mengatakan, tenggat waktu 14 hari kerja sejatinya cukup singkat untuk memutus Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden. Sebab, sebagaimana PHPU Pilpres 2019, bakal banyak saksi yang perlu diperiksa.

"Kami tetap akan optimistis sepanjang yang secara maksimal bisa kami lakukan. Maka di Pilpres tahun lalu yang 2019, kami bisanya hanya mendengar 15 saksi," kata Suhartoyo.

Ia menekankan, setiap dalil yang diajukan pihak pemohon harus dibuktikan. Begitu pula setiap saksi, harus diperiksa keterangannya.

"Nah sekarang ada 1.000 dalil saksinya harus 1.000, kapan kita mau periksa 1.000 saksi itu? Padahal kan setiap satu dalil itu kan harus dibuktikan," kata Suhartoyo.

Pasal 50 Peraturan MK Nomor 4 Tahun 2023 mengatur tentang Tata Beracara dalam Perkara PHPU Presiden dan Wakil Presiden. Perkara harus diputus paling lama 14 hari kerja, sejak permohonan dicatat dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi Elektronik (e-BRPK).

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home