Loading...
INDONESIA
Penulis: Martahan Lumban Gaol 11:45 WIB | Senin, 23 November 2015

Mosi Tidak Percaya kepada Novanto Digalang Hari Ini

Adian Napitupulu dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Taufiqulhadi dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem), Inaz Nasrullah dari Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Arifin Hakim Toha dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menggelar jumpa pers menyikapi aduan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said soal keterlibatan Novanto dalam perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia kepada MKD, di Ruang Rapat Komisi VII DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, hari Jumat (20/11). (Foto: Martahan Lumban Gaol).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Mosi tidak percaya kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Setya Novanto, mulai digalang pada hari ini, Senin (23/11). Langkah tersebut akan ditempuh sebagai bukti ketidakpercayaan kepada sosok yang saat ini diduga telah mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada PT Freeport Indonesia.

“Mulai hari ini,  kita akan minta tanda tangan. Kami menargetkan, minimal separuh dari anggota DPR. Goal mosi ini untuk mengirim pesan kepada  DPR bahwa Novanto sudah tidak dipercaya,” kata anggota DPR yang merupakan inisiator mosi tidak percaya kepada Setya Novanto, Taufiqulhadi, kepada sejumlah wartawan di Kompleks Parlemen Senayan,m Jakarta, hari Senin (23/11).

Menurut dia, Novanto harus segera melepaskan jabatan sebagai Ketua DPR. Bila sudah mendapatkan mosi tidak percaya dari anggota dewan namun Novanto enggan melepaskan jabatannya juga, kinerja DPR akan semakin buruk. “Kalau dia tidak dipercaya, seharusnya dia mengundurkan diri. Kalau anggota tidak percaya lagi kepada ketuanya, dan dia memaksa (memimpin-red) maka kinerja dewan  tidak efektif lagi. Akan kelihatan lucu, dan memalukan,” ucap Taufiqulhadi.

Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu khawatir bila Novanto dibiarkan terus memimpin DPR akan menggunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadinya kembali. Seperti yang pernah terjadi saat Novanto menemui bakal calon Presiden Amerika Serikat 2016, Donald Trump, kemudian Novanto mencatut nama orang nomor satu di Republik Indonesia kepada PT Freeport Indonesia.

“Bagaimana kita bekerja, kita khawatir dengan jumlah 560 ini hanya untuk menjadi kekuatan tawar menawar dari pimpinan DPR, yang digunakan kesana kemari, untuk mencari muka. Kita khawatir, kita digunakan dia untuk kepentingan dia,” ucap penghuni Komisi III DPR itu.

Taufiqulhadi pun mengaku optimis anggota dewan akan berpartisipasi memberikan tanda tangan dalam mosi tidak percaya ini. “Saya optimis, masih banyak anggota DPR yang memiliki akal sehat,” ujar dia.

Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR akan menggelar rapat atas tindak lanjut dari laporan Menteria Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, pada hari Senin (23/11). Menurut Wakil Ketua MKD, Sufmi Dasco Ahmad, pihaknya akan memverifikasi laporan terkait dugaan pencatutan nama Presiden Jokowi dan Wapres JK yang dilakukan Novanto kepada PT Freeport Indonesia.

Selain itu, MKD akan menentukan apakah laporan Sudirman Said dapat dilanjutkan atau tidak. Temasuk, MKD akan memutuskan persidangan akan dilangsungkan secara terbuka atau tertutup. 

“Betul begitu (dilanjut atau tidak dan terbuka atau tertutup-red)," tutur Dasco.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home