Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 19:31 WIB | Rabu, 30 Oktober 2019

Nelayan Pantai Jayanti Keluhkan Harga Ikan Merosot Tajam

Nelayan Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun, Cianjur, Jawa Barat, mendapat hasil yang melimpah seiring musim ikan layur, namun harga merosot tajam karena ukurabn ikan yang didapat masih kecil-kecil (Foto: Antara)

CIANJUR, SATUHARAPAN.COM - Sebagian besar nelayan di Pantai selatan Cianjur, Jawa Barat, mengeluhkan harga ikan layur merosot tajam seiring meningkatnya hasil tangkapan nelayan setiap kali melaut serta hasil tangkapan tidak sesuai keinginan pasar.

"Untuk hari ini, harga layur per kilogram Rp20.000 yang sebelumnya mencapai Rp50.000 per kilogram. Merosotnya harga karena ukuran layur yang tidak sesuai dengan pesanan pasar," kata Hadi (43) seorang nelayan di Pantai Janyanti, saat dihubungi Rabu (30/10).

Ia menuturkan, sejak satu pekan terakhir ratusan nelayan yang selama ini menanggur karena cuaca ekstrem dan paceklik ikan, sudah kembali melaut, meskipun harga ikan belum menjanjikan.

Risiko melaut yang cukup tinggi karena gelombang yang bisa mencapai lima meter terutama menjelang sore, membuat nelayan tidak sampai ke tengah lautan untuk mencari ikan, guna menghindari hal yang tidak diinginkan.

"Sekali melaut hasil tangkapan bisa mencapai 100 kilogram, namun harga yang didapat tidak sesuai mungkin karena ukuran layur yang di dapat masih kecil-kecil, sehingga hasil penjualan sekali melaut hanya cukup untuk operasional," katanya.

Murahnya harga layur tersebut, dibenarkan sejumlah pedagang di Pasar Ikan Jayanti, yang hanya mampu membeli ikan dengan harga Rp20.000 per kilogram karena ukurannya masih kecil-kecil.

Sehingga pedagang tidak dapat memenuhi pesanan pelanggan di sejumlah pasar di Bandung yang meminta stok layur dengan ukuran sedang dan besar.

"Mungkin baru musim, ukurannya masih kecil-kecil, termasuk lobster," kata Imas pedagang ikan di Pasar Ikan Jayanti.

Ia menambahkan, untuk lobster harganya cukup tinggi, ukuran kecil dijual dengan harga Rp50.000 perkilogram dan ukuran besar mulai dari Rp150.000 per kilogram, namun samahalnya dengan layur nelayan belum mendapatkan ukuran yang sesuai keinginan pasar.

"Kalau pasar maunya ukuran sedang hingga satu ekor dengan berat 2 sampai 4 kilogram. Namun saat ini, ukuran lobster tyang di dapat nelayan masih kecil, dua ekor satu kilogram," katanya.

Sedangkan hingga saat ini, tambah dia, pesanan ikan laut dari sejumlah pasar di Bandung dan Jakarta, terus meningkat seiring musim ikan yang sudah terjadi sejak dua pekan terakhir.

"Saat ini pasar yang mengikuti hasil tangkapan nelayan, semoga harga kembali normal di angka Rp35.000 per kilogram untuk layur," katanya. (Ant)

 


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home