Loading...
INSPIRASI
Penulis: Obrin Sualang 01:00 WIB | Selasa, 27 Januari 2015

Orang Jujur Itu Hebat

Berlaku jujur dan konsisten dalam semua aspek memang tidak mudah.
Foto: istimewa

SATUHARAPAN.COM – Anda mungkin bingung dengan keluhan teman saya ini. Dia belum setahun dipercaya memimpin sebuah perusahaan yang sebelumnya diketahui berkinerja baik. Dia cukup yakin bahwa memburuknya kinerja sesaat sebelum dia masuk disebabkan oleh fondasi sistem kerja yang rapuh. Bisa jadi hasil moncer sebelumnya tidak didasarkan pada data dan sistem sebenarnya alias cheating. Wajar saja kalau dia butuh upaya besar untuk menata ulang sistem kerja yang ada. Yang paling menantang menurutnya adalah membenahi mentalitas instan para karyawan dalam mencapai target. 

Sebenarnya dia harus bangga dan puas dengan hasil kerja kerasnya yang mulai membaik pada beberapa bulan terakhir. Namun, saya melihat ada kekecewaan yang dalam ketika dia mengumpat: ”Orang lain berbuat, kok saya yang diminta beres-beres?”

Rupanya kekesalan itu mencuat karena dia merasa adanya ketidakadilan terjadi. Pasalnya dia mendengar ada rekan kerja setingkat yang boleh dibilang gagal malah sudah mendapat promosi. Kalau menyimak alasannya, seharusnya manajemen puncak lebih dahulu mempromosikan dirinya. 

Jika berada pada posisi yang sama, bisa jadi saya akan merasakan hal yang sama. Dalam obrolan selanjutnya, saya mencoba menanggapi situasinya. Menurut saya perilaku ”jalan pintas” di kalangan karyawan sangat dipengaruhi oleh perilaku Sang Atasan. Jika seorang atasan hanya berambisi mengejar hasil dan prestasi tanpa peduli dengan prosesnya, maka anak buah akan cenderung berperilaku sama. Itu seiring dengan pepatah ”Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. 

Idealnya seorang pemimpin harus memastikan setiap proses dan metode telah dilakukan dengan tepat dan benar untuk memastikan hasil akhir yang berkelanjutan (sustained result). Jika tidak, bisa jadi kinerja sekilas terlihat luar biasa. Aslinya hanyalah make up sementara. Karena itu, jangan kaget kalau kita masuk kota yang katanya bersertifikat adipura, namun penuh sampah. Kota tersebut hanya terlihat bersih dan tertata rapih beberapa hari selama audit dilakukan.

Kembali kepada keluhan teman saya, sepertinya dia mulai tergoda untuk menggunakan cara instan. Mungkin saking kesalnya, dia pun tidak segan menggunakan cara yang sama kalau itu yang dituntut manajemen. Saya pun mencoba membujuk dia untuk tetap konsisten dengan caranya yang jujur. 

Berlaku jujur dan konsisten dalam semua aspek memang tidak mudah. Butuh perjuangan. Meminjam semboyan KPK—yang sekarang sedang dirundung masalah—”Berani Jujur Hebat!” Ya, orang jujur itu memang hebat!

 

Editor: ymindrasmoro

Email: inspirasi@satuharapan.com


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home