Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 07:04 WIB | Senin, 14 September 2020

Palestina Serukan Demonstrasi Menentang Normalisasi Hubungan UEA dan Bahrain dengan Israel

Demontrasi warga Palestina menentang normalisasi hubungan Uni Emirat Arab dengan Israel.(Foto: dok. AFP)

RAMALLAH, SATUHARAPAN.COM-Para pemimpin Palestina menyerukan demonstrasi menentang kesepakatan "memalukan" yang akan ditandatangani Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dengan Israel.

Pejabat dari kedua negara Teluk akan menghadiri upacara di Gedung Putih pada hari Selasa (15/9) untuk meresmikan hubungan dengan Israel, mendorong faksi-faksi Palestina untuk bersatu untuk mengajukan protes.

"Kami mengundang penduduk kami, khususnya di kamp-kamp pengungsi (Palestina), untuk mengecam perjanjian yang memalukan ini," bunyi pernyataan yang ditandatangani oleh kelompok-kelompok termasuk Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan penguasa Gaza, Hamas, hari Minggu (13/9).

Pernyataan itu juga menyerukan unjuk rasa di luar kedutaan besar Amerika Serikat, Israel, Bahrain dan UEA.

Palestina bulan lalu menuduh Abu Dhabi melakukan "tikaman dari belakang", karena negara Teluk itu menjadi negara Arab ketiga setelah Mesir dan Yordania yang mengumumkan akan memiliki hubungan formal dengan Israel.

Bahrain mengikutinya pada hari Jumat (11/9), melanggar sikap lama para pemimpin Arab bahwa kesepakatan damai Israel-Palestina adalah prasyarat untuk normalisasi hubungan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, Israel dan AS telah mendekati negara-negara Teluk karena kebencian mereka terhadap Iran.

Kesepakatan dengan Israel disebut sebagai "perdamaian untuk perlindungan" oleh Saeb Erekat, Sekretaris Jenderal PLO. "Beberapa pembuat keputusan sekarang di dunia Arab percaya bahwa metrik keamanan nasional Arab akan bergantung pada perlindungan Israel," katanya kepada wartawan, hari Minggu.

Erekat merujuk pada kebijakan lama Washington untuk memastikan Israel secara militer lebih kuat daripada negara lain di Timur Tengah. Negara-negara Arab tidak diizinkan "memiliki keunggulan apa pun atas Israel di bidang apa pun," kata Erekat.

Namun, kebijakan tersebut mendapat sorotan dalam beberapa pekan terakhir, atas laporan bahwa AS dapat menjual jet tempur siluman F-35 ke Abu Dhabi sebagai bagian dari kesepakatan dengan Israel. (AFP)

Editor : Sabar Subekti

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home