Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 10:39 WIB | Sabtu, 17 Agustus 2013

Pasukan Militer Mesir Berjaga dan Mengepung Masjid Kairo

Militer Mesir. (Foto dari egyptdailynews.com)

KAIRO, SATUHARAPAN.COM - Pasukan keamanan Mesir telah mengepung masjid di pusat kota Kairo setelah bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa menyebabnyak jatuhnya banyak korban mati. Namun pendukung presiden terguling, Mohammed Morsi, telah bersumpah untuk melanjutkan demonstrasi.

Pasukan keamanan Mesir tetap bertahan hingga hari Sabtu ini di sekitar masjid Rabaa Al- Adawiya, di Kairo di mana pendukung Morsi dan Ikhwanul Muslimin selama ini mendudukinya.

Elemen Bersenjata

Pejabat Mesir kepada kantor berita resmi MENA, mengatakan bahwa bahwa ada elemen bersenjata yang menembaki pasukan keamanan dan polisi dari dalam masjid.

Para pendukung Morsi dan Partai Keadilan (FJP) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ada ribuan orang yang terperangkap di masjid Al-Fath dekat Ramses Square. Partai ini juga mendesak pencegahan terjadinya “pembantaian" masjid Rabaa al-Adawiya yang menewaskan 200 orang pada hari Rabu.

Diberitakan polisi meminta mereka yang ada di dalam masjid untuk pergi,dan  menjanjikan mereka keluar dengan aman. Sementara pemerintah menyatakan akan memerangi teroris. Dan menyebutkan beberapa pengunjuk rasa telah menggunakan senapan mesin dan menembakkan pada warga sipil. Namun kelompok Islamis mengatakan mereka adalah demonstran damai  yang membela Morsi.

Seruan Ikhwanul Muslimin

Ikhwan menyerukan serangkaian unjuk rasa setiap hari selama enam hari ke depan, dimulai pada hari Minggu, untuk memprotes apa yang mereka klaim adalah penumpasan brutal.

Kekerasan di masjid Rabaa al-Adawiya memicu bentrokan nasional, dengan setidaknya 578 orang tewas pada Rabu dan Kamis, dan 55 orang demonstran dan polisi tewas dalam kekerasan pada hari Jumat. Ikhwanul Muslimin menyerukan protes di "hari kemarahan" yang bertujuan untuk mengecam gaya yang digunakan pada awal minggu itu.

Korban meninggal juga dilaporkan akibatn bentrokan di kota lain, yaitu Terusan Suez, Ismailiya, dan Delta Nil di Provinsi Dumyat, serta di Fayyoum. (aljazeera.com / ahram.go.ge / dw.de )

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home