Loading...
DUNIA
Penulis: Prasasta Widiadi 12:56 WIB | Selasa, 29 Oktober 2013

Paus Menilai Aung San Suu Kyi Cermin Perdamaian Sejati

Paus Menilai Aung San Suu Kyi Cermin Perdamaian Sejati
Aung San Suu Kyi (foto: un.org)
Paus Menilai Aung San Suu Kyi Cermin Perdamaian Sejati
Paus Fransiskus di tengah-tengah kerumunan massa (foto: vatican.va)

VATIKAN, SATUHARAPAN.COM – Paus Fransiskus menerima pemimpin tinggi Myanmar, Aung San Suu Kyi pada Senin (28/10) di Vatikan. Pembicaraan keduanya terkait dengan pandangan yang sama terkait dengan demokrasi, anti kekerasan, dan menjunjung tinggi perdamaian.  

“Bapa Fransiskus mengatakan pada saya bahwa kekerasan saat ini hanya menimbulkan kebencian, dan ketakutan. Akibatnya mengecilkan nilai dan makna hidup,” kata Suu Kyi seusai pertemuan dengan Bapa Fransiskus selama kurang lebih 20 menit.

Sebelumnya pada Minggu (27/10) Pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi akhirnya menerima penghargaan sebagai warga kehormatan Roma.  

Pernyataan ini juga ditegaskan oleh Jurubicara Vatikan, Federico Lombardi yang menyebut Suu Kyi sebagai sosok paling berpengaruh di Asia dalam bidang perdamaian, demokrasi, dan lingkungan yang nyaman.            

“Suu Kyi berkomitmen penuh kepada anti kekerasan, demokrasi dan damai,” kata Lombardi.

Federico mengatakan selama pertemuan di Perpustakaan Papal, Vatikan tersebut pembicaraan keduanya sangat hangat, Paus memuji Suu Kyi yang pernah meraih nobel tersebut sebagai tokoh hebat sekaligus simbol demokrasi di Asia, khususnya di Myanmar.

Pemenang Nobel Perdamaian berusia 68 tahun itu menghabiskan sebagian besar hidupnya selama dua dasawarsa terakhir dalam tahanan rumah setelah pemerintahan militer mengabaikan kemenangan partainya dalam pemilihan umum 1990.

Pemerintah otoriter Myanmar mengucilkan peran Aung San Suu Kyi di kamp penahanan selama hampir 15 tahun antara 1989 hingga 2010. Saat diadakan pemilu di Myanmar pada 2011, Suu Kyi terpilih masuk ke parlemen, dan dia hingga kini menjabat Ketua Komite Hukum dan Stabilitas Keamanan Negara.  

Lombardi mengatakan beberapa isi pembicaraan Paus Fransiskus dan Suu Kyi dalam pertemuan.

“Paus Fransiskus meyakinkan Suu Kyi dalam doa yang dia sampaikan untuk komunitas katolik, gereja dan negara. Paus mendoakan Suu Kyi terus berkomitmen memelihara demokrasi di negaranya, sekaligus meyakinkan kerja sama dengan gereja katolik,” lanjut Lombardi.    

Vatikan sejauh ini tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Myanmar, walau di Myanmar terdapat 1 persen pemeluk Katolik di negara berpenduduk 55 juta jiwa tersebut.

Menurut laporan tahunan Organisasi Kebebasan Beragama Amerika Serikat kekerasan berbau sektarian terjadi di negara tersebut, terutama melanda minoritas Katolik, Kristian, dan Muslim di negara berpenduduk mayoritas pemeluk Buddha tersebut. (catholicnews.com/ radiovaticana.va)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home