Loading...
DUNIA
Penulis: Dewasasri M Wardani 09:16 WIB | Senin, 18 Januari 2016

Paus Sambut 5.000 Pendatang Peringati Hari Pengungsi Sedunia

Migran berkumpul di Lapangan Santo Petrus di Vatikan untuk mengikuti misa yang dipimpin Paus Fransiskus, pada Minggu (17/1), sebagai bagian dari Hari Migran Internasional. (Foto: hurriyetdailynews.com/AFP)

VATIKAN, SATUHARAPAN.COM - Paus Fransiskus, pada Minggu (17/1), menyambut 5.000 umat pendatang dalam misa khusus di Basilika Santo Petrus, untuk memperingati hari pendatang dan pengungsi sedunia, mendorong mereka menghargai budaya dan nilai berharga.

"Kehadiran Anda di alun-alun ini adalah tanda pengharapan kepada Tuhan. Jangan biarkan dirimu kehilangan pengharapan dan suka cita kehidupan ini," katanya, saat menutup Doa Angelus mingguannya.

Fransiskus berulang kali meminta negara-negara Eropa menyambut pengungsi akibat perang dan menderita di tengah kemelut pendatang terburuk di benua itu sejak Perang Dunia II.

Setelah berdoa, Paus memuji dengan kasih sayang luar biasa kehadiran masyarakat suku di Kota Vatikan dan yang membantu serta menyambut pendatang.

"Pendatang dan pengungsi terkasih, setiap dari Anda membawa cerita, budaya, dan nilai berharga," kata Paus Fransiskus,

"Sayang, banyak di antara Anda mengalami penderitaan, penindasan, dan ketakutan."

Peringatan itu adalah bagian dari Tahun Yobel (Pembebasan) gereja Katolik, dan Paus Fransiskus pada Minggu (17/1) menetapkan  tema "Yobel bagi Pendatang".

Sementara itu, Paus juga meminta umat berdoa bagi empat korban serangan di Jakarta pada Kamis lalu (14/1) dan 29 orang yang tewas di ibu kota Burkina Faso, Ouagadougou, dalam serangan kelompok IS pada malam Jumat (15/1).

Setelah berdoa, ribuan pendatang diarahkan memasuki basilika melalui salah satu "pintu kudus", yang dibuka pada tahun khusus bertemakan berkat itu.

Pendatang membawa Salib Lampedusa, yang terbuat dari kayu kapal, ke Roma untuk perayaan itu.

Paus Fransiskus juga berterima kasih kepada tiga tahanan, yang menjalani hukuman atas pembunuhan di penjara dekat Milan, karena telah membuat roti komuni untuk misa. (AFP/Ant)

 

 

 

 

 

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home