Loading...
DUNIA
Penulis: Eben E. Siadari 12:14 WIB | Sabtu, 01 Agustus 2015

PBB Kecam Pembunuhan Balita Palestina oleh Pemukim Yahudi

Ali Saad Dawabsha tewas terbakar di rumahnya akibat ulah yang diduga dilakukan oleh pemukim Yahudi. (Foto: AP)

WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM  - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pada hari Jumat (31/07) mengecam pembunuhan seorang bayi berusia 18 bulan dalam serangan pembakaran oleh beberapa pemukim Yahudi di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel.

Ban menyerukan agar pelaku dalam insiden yang disebutnya sebagai “aksi teroris” itu segera diadili dan menyatakan belasungkawa bagi keluarga bayi bernama Ali Saad Dawabsha tersebut.

“Sekretaris Jenderal mengutuk keras pembunuhan seorang anak Palestina hari ini di Tepi Barat dan menyerukan agar pelaku aksi teroris ini segera diseret ke pengadilan,” kata juru bicara Ban.

“Dia mengungkapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya bagi keluarga Ali Dawabsha yang juga terluka parah dalam serangan pembakaran tersebut.”

Menurut pejabat keamanan Palestina, empat pemukim Yahudi itu membakar rumah keluarga itu menjelang fajar sebelum melarikan diri ke permukiman Yahudi terdekat.

Radio militer dan angkatan darat Israel mengatakan dua pria yang mengenakan topeng membakar dua rumah, mengakibatkan anak tersebut tewas dan empat anggota keluarga lainnya terluka, termasuk orang tua bayi dan kakak laki-lakinya yang berusia empat tahun.

Dari Washington, pemerintah AS juga mengutuk serangan itu, yang disebut sebagai  “serangan teroris keji.”

Pernyataan dari Kementerian Luar Negeri mendesak Israel agar segera “menangkap para pembunuh” dan menyerukan kedua pihak untuk “menghindari peningkatan ketegangan di tengah insiden tragis ini.”

Sebelumnya, sebuah geng menyerang dua rumah di desa Duma di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel dengan bom molotov, melukai empat anggota keluarga dan menewaskan bayi Ali Saad Dawabsha.

Rumah keluarga itu kemudian dilalap si jago merah dan dindingnya dicoreti dengan gambar Bintang Daud serta tulisan “balas dendam” dan “hidup Mesias” dalam bahasa Ibrani.

Komunitas Palestina kemudian melancarkan aksi protes, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut serangan tersebut sebagai aksi terorisme.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Mark Toner, mengatakan Washington “mengutuk keras serangan teroris keji semalam di desa Palestina, Duma.”(AFP/Ant)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home