Loading...
SAINS
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 12:26 WIB | Jumat, 11 November 2016

PBB: Makanan Sia-Sia karena Penggunaan Label Kedaluwarsa

Ilustrasi. Produk dengan tanda kedaluwarsa. (Foto: lifehacker.com)

JENEWA, SATUHARAPAN.COM - Obsesi toko serba ada terhadap produk berpenampilan sempurna dan penggunaan label “baik digunakan sebelum” secara sewenang-wenang menyebabkan makanan terbuang sia-sia. Padahal, jika ini dikesampingkan bisa memberi makan orang yang kelaparan di dunia, kata sebuah panel PBB pada Kamis (10/11).

Hampir 1,3 ton makanan terbuang setiap tahun, lebih dari cukup untuk mencegah satu miliar orang menderita kelaparan secara global, kata Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (food and agriculture organization/ FAO).

Energi yang digunakan untuk menanam makanan yang pada akhirnya akan dibuang merupakan penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar ketiga di dunia, setelah Amerika Serikat dan Tiongkok, kata FAO, mengutip laporan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) PBB.

Dalam sebuah acara mengenai limbah makanan, PBB dan pakar masyarakat sipil mengatakan bahwa untuk memerangi masalah itu membutuhkan sejumlah perubahan penting dalam hal bagaimana makanan dijual.

Di banyak toko serba ada di negara Barat, hanya bagian organik yang menjual produk berpenampilan tidak sempurna, baik itu timun dan jeruk yang bagian kulitnya memar.

Sarah Oppenheimer dari kelompok kampanye yang berbasis di Inggris Feedback Global mengatakan jaringan supermarket di seluruh dunia menolak produk panganan karena alasan “ketidaksempurnaan yang dangkal.”

Dia mengkritik praktik yang diadaptasi secara luas seperti memotong ujung kacang hijau, yang dilakukan berbagai toko untuk membuatnya pas dimasukkan ke dalam kemasan -- membuang sekitar 20 persen sayuran tersebut. (AFP)

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home