Loading...
INDONESIA
Penulis: Endang Saputra 07:10 WIB | Selasa, 13 September 2016

PDIP Prihatin Aksi Kelompok Aktivis ForBali Mengarah Separatis

Ilustrasi. Puluhan aktivis lingkungan dari berbagai elemen lembaga menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (15/9) menolak reklamasi Teluk Benoa di Bali. Dalam aksinya para aktivis meminta kepada KLHK untuk tidak memberikan dukungan dalam proses perumusan analisis dampak lingkungan (Amdal) terhadap reklamasi Teluk Benoa. (Foto: Dok.satuharapan.com/Dedy Istanto).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Politikus PDI Perjuangan yang juga Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanuddin, mengaku prihatin melihat kampanye Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBali) yang mulai mengarah ke separatisme, sehingga aktivitas penentang reklamasi Teluk Benoa itu perlu diusut.

“Ini sesuatu yang aneh dan perlu pengusutan secara tuntas. Penegak hukum dan pakar sosial harus serius melakukan penyidikan agar itu tidak berkembang luas," kata Hasanuddin dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, hari Senin (12/9).

Kapolda Bali Irjen Pol Sugeng Priyanto sebelumnya menduga ada kerterkaitan antara pernyataan akun twitter @banaspati2001 dan @bali_merdeka dengan aksi penurunan Bendera Merah Putih oleh ForBali yang diteruskan dengan aksi pembakaran ban di 12 titik wisata dan keramaian.

Benang merah tersebut terlihat saat aktivis Forbali Putu Gent berkali-kali menyuarakan pesan bernada separatisme di akun facebooknya. Pada tanggal 12 Agustus, Putu menulis "Salam BTR...... hari kemerdekaan tapi Bali konden merdeka.... kibarkan bendera Forbali".

Sementara di Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus lalu, dia menulis "Bali belum merdeka karena FORBALI masih memperjuangkan Kemerdekaan Bali".

Sentimen senada disuarakan aktivis Forbali lainnya seperti, Hadi Joban yang pada 12 Juli menulis status Facebook "Merdeka dari NKRI harga mati!".

Terkait penggunaan media sosial untuk menyebarkan pesan-pesan tersebut, TB Hasanuddin menilai sebagai bukti bahwa UU ITE harus diberlakukan secara tegas.

Menurut dia, sudah waktunya Indonesia memiliki badan cyber sendiri.

“Tegakkan UU ITE secara tegas dan terapkan tanpa pilih bulu,” kata dia.

Sugeng Priyanto mengatakan, ada dua hal yang menjadi alasan bagi polisi untuk menangkap I Gusti Putu Dharmawijaya, seorang aktivis Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBali), pada Rabu (7/9) malam.

Menurut Sugeng, Dharmawijaya atau Gung Omleth telah terbukti menurunkan bendera Merah Putih di gedung DPRD Bali dalam aksi unjuk rasa oleh ForBali pada 25 Agustus 2016. Selain itu, dalam aksi ForBali juga terjadi pembakaran di 12 titik.

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home