Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Francisca Christy Rosana 17:04 WIB | Rabu, 13 Mei 2015

Pegiat Angkutan Umum Doa Rosario Agar APTB Tetap Beroperasi

Ilustrasi bus Transjakarta. (Foto: Dok Satuharapan.com/Dedy Istanto)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Pegiat transportasi massal sekaligus anggota Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Andreas Lucky Lukwira sangat berharap Angkutan Perbatasan Terintegrasi Bus (APTB) tetap beroperasi. Melalui doa Rosario, dalam tulisan di media sosial Facebook miliknya, ia berharap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tergerak untuk mencabut kebijakan larangan APTB masuk kawasan Ibu Kota.

1 minggu lalu saat ibadah Rosario lingkungan, salah 1 itensi doa saya: Semoga Tuhan mengetuk hati gubernur Ahok, jajarannya dan pembisiknya terketuk hatinya supaya ttp mengoperasikan APTB seperti biasa. Dan Tuhan mengabulkan,” tulis Andreas dalam akun Facebooknya, Selasa (12/5) kemarin.

Saat ini, APTB memang masih diperkenankan melintas jalur busyway di Jakarta kendati beberapa waktu lalu Ahok menegaskan akan membatasi area mobilisasi angkutan perbatasan tersebut akibat tidak ditemukannya kesepakatan pembayaran rupiah per kilometer.  

Andreas sebelumnya telah mengungkapkan opini ketidaksetujuannya melalui media sosial bila APBT dilarang masuk Jakarta. Saat ini saja, katanya, jam tunggu kedatangan bus Transjakarta belum ideal.

Melalui tagar #SaveAPTB, ia mengajak masyarakat mengkritisi kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dinilai merugikan.

“Ahok akan mengulangi kesalahan Sutiyoso yang menyatukan operator bis ke satu konsorsium. Ahok memaksa operator bus gabung ke PT Transjakarta. Yang ada bus nggak terawat, mau peremajaan atau perbaikan tunjuk-tunjukkan. ‪#‎SaveAPTB,” tulisnya.

Lebih lanjut, kata Andreas, pembayaran rupiah per kilometer justru terbukti gagal. Sistem pembayaran rupiah per kilometer ini justru membuat armada tidak terawat, sopir beroperasi dan semaunya.  

Sebelumnya telah diumumkan APTB akhirnya dilarang masuk ke dalam kota Jakarta. Armada itu hanya diperbolehkan beroperasi‎ sampai halte bus yang berada di dekat daerah perbatasan antara Jakarta dan daerah mitra.

Pemprov DKI memberi opsi APTB dapat beroperasi seperti yang sudah dijalani selama ini dan harus mengangkut penumpang yang pindah dari Busway ke APTB tanpa ada kompensasi pembayaran dari Pemda DKI atau Transjakarta. Opsi kedua, APTB hanya boleh beroperasi sampai dengan perbatasan koridor Busway.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home