Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Dewasasri M Wardani 08:31 WIB | Senin, 26 Januari 2015

Pelindo: Lima Pelabuhan Dikembangkan pada 2015

ilustrasi Pengembangan Terminal Peti Kemas Perahu nelayan melintas di perairan Belawan Medan, Sumut, Kamis (21/8). PT Pelindo I menargetkan pengembangan pembangunan Terminal peti kemas Pelabuhan Belawan fase II akan selesai pada 2016. (Foto: Antara)

PEKANBARU, SATUHARAPAN.COM - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I menyatakan, sebanyak lima dari 24 pelabuhan di Indonesia yang bakal dibangun dan dikembangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pemerintahannya, akan dimulai pada tahun 2015.

"Lima pelabuhan itu diantaranya berada di bawah Pelindo I. Jadi, kelima pelabuhan tersebut menjadi program strategis kita pada tahun ini," kata Kepala Humas PT Pelindo I Eriansyah melalui telepon seluler dari Pekanbaru, Minggu (25/1).

Dia mengatakan, ke lima pelabuhan yang dimaksud adalah pengembangan Pelabuhan Malahayati yang berada di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Pelabuhan Belawan di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.

Kemudian Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara, yang akan dibangun, lalu Pelabuhan Dumai di Kota Dumai, Provinsi Riau, yang akan dikembangkan dan Pelabuhan Batam di Kota Batam, Provinsi Kepulaun Riau.

PT Pelindo I memiliki tugas membangun Pelabuhan Bagansiapiapi di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, dikenal sangat ramai karena berada di Selat Malaka dan Pelabuhan Gunung Sitoli, Pulau Nias, Provinsi Sumatera Utara, yang berbatasan langsung dengan Samudera India.

"Jadi bagi yang tidak menggunakan dana APBN khususnya Pelabuhan Bagansiapiapi dan Pelabuhan Gunung Sitoli merujuk kepada rencana induk kita, bahwa kedua pelabuhan tidak termasuk dalam proyeksi kita di tahun ini," katanya.

Kemenhub akhir tahun 2014, menyerahkan pengembangan 15 pelabuhan komersil ke badan usaha milik negara pada 2015. Kemenhub sendiri lebih fokus mengembangkan pelabuhan-pelabuhan non komersil di kawasan terpencil untuk mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi.

"Kebijakan baru itu sebagai bagian dari upaya meningkatkan aksesibilitas, mempercepat pemerataan infrastruktur transportasi, membuka keterisolasian dan meningkatkan infrastruktur kawasan perbatasan dan pulau-pulau terluar," kata Staf Khusus Keterbukaan Informasi Publik Menteri Perhubungan Hadi M Djuraid.

Pelimpahan yang rencananya akan mulai dilakukan pada tahun 2015 tersebut, bertujuan supaya pelabuhan-pelabuhan itu bisa dikembangkan lebih lanjut oleh keempat BUMN seperti PT Pelindo I, II, III, dan IV.

Hadi menjelaskan, pelimpahan tersebut tertuang dalam surat Menteri Perhubungan Ignasius Jonan kepada Menteri BUMN Rini M Soemarno. Pengembangan yang dimaksud dalam surat tersebut meliputi pembangunan dan atau rehabilitasi fasilitas pelabuhan.

Dalam APBN tahun 2015, Kementerian Perhubungan telah menganggarkan dana sebesar Rp 492,571 miliar lebih untuk pengembangan 15 pelabuhan di Indonesia.

"Untuk selanjutnya, dana yang sudah dialokasikan tersebut akan digunakan untuk pengembangan pelabuhan-pelabuhan yang tidak diusahakan atau tidak memiliki nilai komersil," kata Hadi M Djuraid, menjelaskan .

Saat ini di seluruh Indonesia terdapat 1.241 pelabuhan. Dari jumlah tersebut, 112 BUMN dikelola oleh BUMN kepelabuhanan, sedangkan sebagian besar dikelola oleh Kementerian Perhubungan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT). (Ant)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home