Loading...
RELIGI
Penulis: Prasasta Widiadi 10:30 WIB | Kamis, 06 Oktober 2016

Pemimpin Jerman dan Denmark Kunjungi Gereja Tempat Reformasi Dimulai

“Castle Church” atau gereja kuil di Wittenberg, Jerman. (Foto: oikoumene.org)

WITTENBERG, SATUHARAPAN.COM – Presiden Jerman Joachim Gauck dan Ratu Denmark, Margrethe II menghadiri misa di “Castle Church” atau gereja kuil di Wittenberg, Jerman yang diyakini seluruh dunia sebagai awal mula pergerakan reformasi gereja Lutheran di abad ke-16 yang dipelopori Martin Luther. 

“Saya sangat senang tidak lama lagi kita akan segera memperingati dan merayakan tradisi kita sambil melihat ke masa depan tentang ulang tahun ke-500 dari acara yang memiliki konsekuensi di seluruh dunia dan yang dimulai di gereja di Wittenberg ini,” kata Gauck di akhir kebaktian yang berlangsung hari Minggu (2/10) tersebut dan diberitakan oikoumene.org, hari Selasa (4/10).

Martin Luther, dalam catatan sejarah, disebut memaku lebih dari 95 dalil di pintu Gereja Kastil tersebut pada tanggal 31 Oktober 1517 yang kemudian disebut seluruh dunia sebagai peristiwa reformasi.

Gauck menyatakan pintu di “Castle Church”  atau dalam bahasa Jerman disebut Schlosskirche – di mana 95 dalil ditampilkan –  mengingatkan umat Kristen Lutheran pada peristiwa spektakuler dari sengketa akademik yang memicu sejarah dunia. Gauck mengatakan Luther adalah sosok pastor Lutheran dan hak-hak sipil aktivis di bekas Jerman Timur.

Dalam kesempatan yang sama Ratu Margrethe menyumbangkan jahitan berwarna merah yang tergantung menyerupai mezbah yang menggantung, ia merancang dan menjahit sendiri motif tersebut.

Dalam benda tersebut menggambarkan lidah api, sementara di bagian tengah menggambarkan wajah Luther yang menjadi simbol Lutheran, motif-motif itu tersemat dengan jahitan kecil yang dikenal sebagai jahitan-jahitan kecil.

Ratu Margrethe dikenal memiliki minat menciptakan motif tenun dan bordir dari tekstil yang menghiasi gereja. Dia mengatakan  mezbah menggantung bagi gereja yang telah dia buat mengejutkan banyak orang, dan dia mendedikasikan dirinya dengan sukacita dan rasa hormat.

Dalam pidatonya, dia mengingat hubungan antara kerajaan Denmark dan Wittenberg. Menurut sejarah, raja  Christian II berlindung di Wittenberg setelah dipaksa ke pengasingan pada 1523. Raja Christian III, yang membuat Lutheranisme agama resmi Denmark pada tahun 1536, saat muda pernah menghadiri “Diet of Worms” (Kabinet Worms) pada tahun 1521 dalam kesempatan tersebut, Raja Christian  mendengar Luther membela diri terhadap tuduhan bid'ah.

Menurut study.com, “Diet of Worms” menyerupai bentuk kabinet atau parlemen yang diselenggarakan di masa pemerintahan bangsa Romawi sebagai  respons atas pengajaran Martin Luther. Kaisar Romawi, Charles V merupakan pelopor “Diet of Worms” yang didirikan di sebuah daerah di Wurm, Westfalen, Jerman.

Gereja “Castle Church” telah memulai renovasi bagian bangunan yang didirikan pada 1503,  dilaporkan biaya renovasi sekitar 7,8 juta euro.

“Setelah bertahun-tahun restorasi, pintu-pintu Castle Church dapat terbuka,” kata kepala Evangelical Church in Germany atau Gereja Injili di Jerman, Uskup Heinrich Bedford Strohm.  

Strohm mengatakan pintu juga merupakan simbol kepicikan berpikir dan kondisi manusia yang menarik diri dari keterbukaan dan keramahan.

“Hari ini kita berdiri untuk gereja yang terbuka,” kata dia.  

Ibadah di Wittenberg berlangsung 12 bulan sebelum seluruh gereja di Eropa memulai kegiatan yang mengarah pada ulang tahun ke-500 dari Reformasi pada 2017.

"Ketika dalam beberapa hari mendatang Yobel Reformasi diluncurkan di Lund (Swedia), Berlin (Jerman), Jenewa (Swiss) dan Roma (Italia), Wittenberg akan berada di jantung Eropa,” kata  Strohm.

Saat kebaktian, Ratu Margrethe bergabung bersama dengan Uskup Bedford Strohm dan pejabat lainnya dalam sebuah kegiatan penanaman pohon atas nama Evangelical Lutheran Church of Denmark di dekat Luther Garden.

Gereja dari seluruh dunia telah diundang untuk mensponsori salah satu dari 500 pohon yang akan ditanam Luther Garden pada 2017 untuk menandai ulang tahun ke-500 dari reformasi.  

“Kami memang sangat senang bahwa Ratu Margrethe sebagai kepala gereja telah menanam pohon untuk gereja Denmark," kata direktur pusat Lutheran World Federation di Wittenberg, Pastor Hans Wilhelm Kasch.

“Ini menunjukkan pentingnya gereja dan ratu melihat kontak internasional dan ekumenis gereja-gereja,” kata Kasch. (oikoumene.org)

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home