Loading...
DUNIA
Penulis: Eben E. Siadari 14:40 WIB | Jumat, 03 Juni 2016

Pemimpin Syiah Irak Hadiri Doa Syukur di Gereja Baghdad

Pemimpin Syiah Irak Hadiri Doa Syukur di Gereja Baghdad
Doa syukur di gereja Baghdad yang dihadiri oleh pemimpin Syiah Irak (Foto: aina.org)
Pemimpin Syiah Irak Hadiri Doa Syukur di Gereja Baghdad
okoh Agama Syiah di Baghdad, Ali Al-Yacoubi ketika berbicara di sebuah gereja di Baghdad (Foto:aina.org)

BAGHDAD, SATUHARAPAN.COM - Tokoh Agama Syiah di Baghdad, Ali Al-Yacoubi, menghadiri acara doa syukur lintas agama yang diselenggarakan di sebuah gereja di ibukota Irak itu. Dalam pidatonya, ia memuji dan mengucapkan terima kasih kepada "saudara-saudara kami Kristen," karena mereka menjadi elemen perdamaian dan konsistensi di Irak "kendati mereka paling menderita."

Ia menambahkan, umat Kristen tidak pernah membalas serangan yang diarahkan kepada mereka dengan kekerasan. Sebaliknya, terus meningkatkan persatuan di negara yang menurut dia, "harus dari dan untuk semua orang," seperti dikutip oleh Assyirian International News Agency (AINA) dari AsiaNews.

Berbicara pada doa untuk perdamaian di Irak, Suriah dan seluruh kawasan Timur Tengah yang diadakan di Baghdad, pada 31 Mei,  Al-Yacoubi yang merupakan perwakilan dari Syiah Awkaf itu mengatakan bahwa "Irak adalah untuk orang Kristen, untuk Yazidi, bagi umat Islam dan bagi setiap warga negara untuk mencari perdamaian."

"Saya ingin berterima kasih kepada (Gereja Khaldea dan) Patriark atas undangannya dan saya menyampaikan salam untuk semua yang hadir pada perayaan ini," kata dia.

"Saya mengambil kesempatan ini untuk menegaskan kembali persaudaraan kita untuk semua rakyat Irak, serta keprihatinan kami untuk keamanan terhadap setiap perbuatan atau tindakan terorisme. Marilah kita berdoa kepada Allah untuk melindungi Irak,  membawa perdamaian dan menyatukan hati kita dalam cinta untuk tanah air tercinta ini ."

Patriakh Gereja Khaldean, Mar Louis Raphael Sako dan berbagai pemimpin agama Irak, diplomat dan warga biasa mengambil bagian dalam doa sore itu yang diselenggarakan di Queen of the Rosary Church, Baghdad itu.

Kesempatan itu juga merupakan perayaan Tahun Yobel Pengampunan, sekaligus akhir bulan Mei yang didedikasikan pada Sang Bunda, dan menyambut permulaan bulan Ramadan.

Dilaporkan, peserta doa syukur membacakan himne, mazmur dan doa, yang dipimpin oleh paduan suara Baghdad. Banyak tokoh penting mengambil bagian dalam acara ini, termasuk Sheikh Yousif Al-Nasery, sekretaris jenderal Dewan Syura, Sayyid Ibrahim al-Jaber, perwakilan dari gerakan pemimpin Syiah Moqtada al-Sadr, serta diplomat dan anggota kelompok masyarakat sipil Irak .

Mantan Perdana Menteri dan Wakil Presiden, Iyad Allawi, mengirimkan telegram pujian dan dukungan untuk acara itu. Sedangkan perwakilan Islam Sunni, Abdul-Latif Al-Humaim, berhalangan hadir pada menit-menit terakhir.

Semua orang yang hadir menekankan pentingnya rekonsiliasi, perdamaian, kesetaraan dan promosi koeksistensi yang harmonis, yang merupakan elemen untuk membangun Iran yang modern, multi-iman, sekuler, dan terbuka.

Peserta yang hadir juga termasuk tokoh-tokoh gereja dari Baghdad, Sabean dan perwakilan Yazidi, duta besar dan anggota DPR.

Setelah upacara, para pemimpin agama menyalakan lilin di kaki patung Bunda Maria, berharap hal itu akan mencerahkan pikiran para teroris dan mempromosikan budaya "toleransi dan cinta."

Dalam sambutannya, patriark Kasdim mencatat bahwa Tahun Yobel Pengampunan dan Ramadhan adalah "kesempatan untuk memperbaiki persepsi bersama" dan "memilih cara yang mengarah ke perdamaian, rekonsiliasi dan membangun saling percaya."

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home